
HALO SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi tak berhenti berkeliling Kota Semarang untuk mengawal upaya sterilisasi kota yang dipimpinnya tersebut, melalui upaya penyemprotan disinfektan.
Terhitung mulai hari Jumat (20/3/2020) Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut terus hadir untuk memimpin gerakan penyemprotan disinfektan pada berbagai tempat di Kota Semarang.
Baru-baru ini, Hendi, sapaan akrabnya juga menghadiri kegiatan sterilisasi di Kecamatan Gunungpati, Kecamatan Tugu, dan Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jumat (27/3/2020).
Hendi mengungkapkan, selain untuk memantau kegiatan penyemprotan, kehadirannya juga untuk melihat kondisi masyarakat Kota Semarang. Pasalnya permasalahan yang dihadapi bukan hanya kesehatan saja, tetapi juga pada permasalahan perekonomian.
“Permasalahan covid-19 sebenarnya ada tiga, selain terkait medis, juga bagaimana caranya menetralisir berita hoax, dan bagaimana caranya memberikan dukungan pada sektor ekonomi yang terimbas,” terang Hendi.
Tiga hal tersebut sedang Pemerintah Kota Semarang upayakan solusinya. Dia berharap covid-19 bisa segera berakhir, perekonomian tidak terpuruk dan segera bangkit, agar masyarakat tidak panik lagi.
“Maka melihat kompleksitas permasalahannya, akan menjadi sebuah hal positif bila bukan hanya Pemerintah Kota Semarang yang terlibat, tetapi juga banyak stakeholder,” harap Wali Kota Semarang tersebut.
Di sisi lain, Hendi juga meyakinkan kepada masyarakat jika penyakit akibat corona-19 bisa disembuhkan dan dicegah.
“Upaya penyemprotan disinfektan saat ini harus menjadi gerakan, karena penyakit tersebut bisa disembuhkan dan dicegah, sehingga penting untuk menjaga diri dan lingkungan tetap bersih,” imbau Hendi.
Sikap optimistis Hendi tersebut dikuatkan dengan membaiknya kondisi satu pasien covid-19 Kota Semarang yang dirawat di RSU Telogorejo. Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam menerangkan, kondisi pasien yang dimaksud tersebut sudah membaik dan tidak ada keluhan. Namun untuk memastikan pasien telah sembuh dari penyakit, dirinya menyatakan akan melakukan pengecekan ulang.
“Satu pasien positif yang ada di Rumah Sakit Telogorejo memang sudah baik kondisinya dan tidak ada keluhan lagi. Dan untuk memastikan yang bersangkutan telah sembuh akan dilakukan Rapid Test kepada yang bersangkutan,” terang Hakam.(HS)