HALO KENDAL – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari terus menyalurkan bantuan pangan kepada semua korban banjir di seluruh wilayah Kabupaten Kendal yang totalnya 25.000 keluarga dengan total bantuan mencapai 90 ton beras.
Pemberian bantuan pada hari kedua, Selasa (4/3/2025) meliputi lima desa di dua kecamatan, yakni Desa Kebonharjo, Lanji, dan Bangunsari di Kecamatan Patebon dan Desa Botomulyo dan Cepiring di Kecamatan Cepiring.
“Jadi setiap keluarga mendapatkan bantuan beras 10,5 kilogram dengan asusmsi setiap keluarga terdiri atas tiga anggota, dan tiap anggota mendaptakan bantuan 3,5 kilogram,” ujar Mbak Tika sapaan akrab Dyah Kartika Permanasari.
Dirinya juga menyampaikan duka atas musibah yang menimpa warga Kendal. Ia berharap bantuan pangan tersebut bisa sedikit meringankan beban warga para korban banjir.
“Tentu saja bantuan ini tidak bisa langsung mengatasi semua persoalan akibat banjir, tetapi paling tidak, bisa sedikit meringankan beban warga semua,” ungkap Mbak Tika.
Salah seorang warga Perumahan Patebon, Agus Umar menyampaikan permintaan supaya selokan di perkampungan warga dibangun secara permanen.
Menurutnya kalau tidak dibangun permanen, tanah kerukan selokan utama yang dikeruk dengan alat berat itu akan longsor lagi dan menyebabkan pendangkalan selokan.
“Kami memyampaikan terima kasih kepada Ibu Bupati karena kemarin kami meminta selokan itu dikeruk dengan alat berat, sudah direalisasi. Hanya kami minta kalau bisa, langsung selokan itu dibangun permanen sekalian, misalnya dipasang letter U ukuran besar,” ungkapnya.
Menanggapi permintaan itu, Mbak Tika menyatakan akan membahas permasalahan tersebut bersama pihak terkait.
Saat ditanya tentang tindak lanjut pembangunan tujuh rumah warga yang hancur dan hilang, Bupati meyatakan saat ini sedang dalam pembahasan bersama pihak-pihak terkait.
“Kemarin kami sudah membahasnya, dan akan segera ditindaklanjuti, dalam hal ini oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman atau Dinas Perkim,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Bupati juga mengimbau masyarakat untuk membiasakan mengelola sampah secara baik, supaya tidak memperparah kondisi pada saat terjadi musibah banjir lantaran selokan tersumbat sampah.(HS)