in

Bupati Demak Ajak Penyintas Tuberkulosis Ikut Beri Semangat Penderita Lain

Bupati Demak, Eisti’anah (berkerudung merah) dalam Seminar Kesehatan bertema “Ayo Bersama Akhiri TBC, Indonesia Bisa!”, di Pendopo Satya Bhakti Praja, Kamis (16/03/2023) (Foto : demakkab.go.id)

 

HALO DEMAK – Bupati Demak, Eisti’anah mengajak para penyintas tuberkulosis atau pasien yang telah sembuh dari penyakit itu, untuk ikut memberikan semangat kepada penderita lain, agar mereka menyelesaikan pengobatannya.

Menyelesaikan pengobatan ini merupakan salah satu faktor penting, dalam upaya menyembuhkan pasien tuberkulosis.

Namun demikian proses pengobatan ini juga membutuhkan waktu lama, sehingga dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan.

Hal itu disampaikan Bupati Demak, Eisti’anah, dalam Seminar Kesehatan dengan tema “Ayo Bersama Akhiri TBC, Indonesia Bisa!”, di Pendopo Satya Bhakti Praja, Kamis (16/03/2023).

Seminar diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia 2023, yang jatuh pada tanggal 24 Maret.

“Berikan keyakinan kepada mereka, bahwa tuberkulosis bisa sembuh dengan treatment dan pengobatan yang teratur,” kata Eisti’anah, seperti dirilis demakkab.go.id.

Dalam kesempatan itu, Bupati Demak juga memberikan apresiasi pada Dinas Kesehatan, yang telah mengupayakan penguatan komitmen dan peran berbagai pihak, untuk berpartisipasi aktif dalam pencegahan dan penanggulangan tuberkulosis di Kota Wali.

Eisti’anah yang juga seorang dokter ini mengatakan, tuberkulosis merupakan satu dari 10 penyebab kematian dan penyebab utama agen infeksius.

Adapun di Kabupaten Demak, saat ini terdapat 19 pasien yang sudah dinyatakan sembuh.

Kesembuhan pasien tersebut, menurut dia merupakan capaian luar biasa bagi rumah sakit fasilitas kesehatan, terutama rumah sakit yang masuk Programmatic Management of Drug Resistance (PMDT) dan juga puskesmas satelit.

Capaian ini sekaligus membuktikan bahwa penyakit tuberkulosis bisa disembuhkan, apabila dilakukan penanganan secara tepat dan penderitanya disiplin.

Melalui momentum peringatan Hari Tuberkulosis  Sedunia, Bupati meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, agar mampu meningkatkan kesadaran masyarakat.

Menurut dia, semua pihak harus berperan dalam upaya mencegah dan menanggulangan tuberkulosis.

“Mari bersama-sama mencegah dan menanggulangi tuberkulosis. Karena hal tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, namun dibutuhkan sumbangsih dari sektor-sektor yang lain,” kata dia.

Kepala Dinkes Demak, Ali Maimun selaku panitia penyelenggara, mengatakan tuberkulosis merupakan masalah utama pada kesehatan manusia, termasuk di Kabupaten Demak.

Masalah itu bertambah kompleks, dengan merebaknya kasus Tuberkulosis Multi Drug Resistance atau penderita tuberkulosis yang resisten obat.

Dia menambahkan, jumlah penderita yang sudah terobati pada 2021 sampai 2022 berjumlah sekitar 1.694 orang. Dari jumlah itu, 60 orang di antaranya adalah tuberkulosis resisten obat.

Banyaknya kasus penderita yang resisten obat ini, membutuhkan perhatian lebih serius, karena biaya pengobatannya cukup mahal.

Menurut dia, jika dihitung, biaya pengobatan untuk pasien yang demikian, bisa setara dengan harga satu unit mobil Innova.

“Tuberkulosis resisten obat yang sudah sembuh sebanyak 19 pasien, atau sekitar 35 persen,” kata dia.

Selain itu terdapat 12 pasien yang putus obat, 7 meninggal, 3 gagal, dan 1 pindah, serta 18 pasien masih menjalani pengobatan akibat tuberkulosis resisten obat.

Adapun RS Sunan Kalijaga, merupakan yang pertama menjadi Rumah Sakit Programmatic Management of Drug Resistance (PMDT TB), yaitu rumah sakit yang menangani pasien TB Resisten Obat di Kabupaten Demak.

Turut hadir Direktur RS Sunan Kalijaga, Nugroho Aris Kusuma; narasumber dokter spesialis paru Mulyono Adji SpP FISR; Tim TB MDR RSUD Sunan Kalijaga; Ketua Asosiasi Klinik Indonesia,  Siti Anisah; pengelola program TB Puskesmas; dan Yayasan Notaris Sehat Indonesia. (HS-08)

Perekonomian Kabupaten Batang Menunjukkan Tren Positif

Selenggarakan Bulan Dana, PMI Karanganyar Himpun Rp 1,5 Miliar