in

Buka Peluang Kerja di Perusahaan Tiongkok, Kemenperin Latih SDM Industri Mahir Bahasa Mandarin

Ilustrasi kerja sama Indonesia – Tiongkok. (Sumber : kemenkeu.go.id)

 

HALO SEMARANG – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, menjalin kerja sama dengan Go Study Global Education dari Tiongkok, menyelenggarakan Kursus Bahasa Mandarin Online Batch 2.

Program yang berlangsung sejak 3 Februari hingga 9 Mei 2025 ini, dilaksanakan secara daring selama tiga bulan penuh, diikuti oleh 115 mahasiswa dari unit pendidikan vokasi Kemenperin.

Menurut Kepala BPSDMI Masrokhan, program ini merupakan implementasi nyata dari kerja sama BPSDMI dengan Go Study Global Education, yang telah dijalin sejak penandatanganan Letter of Intention (LoI) pada 2024 lalu.

“Go Study Global Education juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan beberapa unit pendidikan vokasi kami terkait program kursus bahasa Mandarin, magang, hingga pertukaran pelajar,” kata dia, seperti dirilis kemenperin.go.id.

Program kursus bahasa Mandarin dilaksanakan menggunakan kurikulum yang mengacu pada standar HSK 1 dan diajarkan oleh pengajar profesional dari Go Study Global Education. Kurikulum HSK 1 berfokus pada fondasi bahasa Mandarin, serta mengajarkan peserta didik kosakata dan tata bahasa dasar untuk berkomunikasi dalam situasi sehari-hari.

Selain mengikuti kelas regular, para peserta juga menjalani ujian tengah dan akhir, untuk mengukur perkembangan mereka.

Pada akhir rangkaian kelas dan setelah lulus evaluasi akhir, para peserta menerima sertifikat resmi kursus bahasa Mandarin, yang diterbitkan oleh Go Study Global Education.

“Program ini dilaksanakan dengan harapan dapat meningkatkan kompetensi bahasa Mandarin siswa dan mahasiswa kami sehingga memberikan peluang lebih besar bagi mereka untuk dapat langsung diserap bekerja di industri Tiongkok,” tambah Masrokhan.

Sebelumnya, BPSDMI dan Go Study Global Education juga sukses menyelenggarakan program kursus bahasa Mandarin Online Batch 1 pada 14 Oktober 2024 hingga 13 Januari 2025, dengan total peserta mencapai 141 orang dari unit pendidikan tinggi vokasi Kemenperin.

Executive Director of International Affairs Go Study Global Education, Echo Qin mengatakan bahwa untuk dapat bekerja di Tiongkok, peserta harus memiliki kemampuan bahasa Mandarin.

“Belajar bahasa Mandarin akan membuka peluang karier baru dengan industri China di berbagai tempat di Indonesia. Jika siswa dan mahasiswa Kemenperin memiliki kemampuan berbahasa Mandarin, kami yakin akan lebih mudah bagi mereka untuk bergabung dengan program magang kami atau mendapatkan pekerjaan penuh waktu di China,” jelasnya.

Dari 22 unit pendidikan vokasi Kemenperin yang bekerja sama dengan Go Study Global Education, salah satunya adalah Akademi Komunitas Industri Manufaktur Bantaeng (AK-Manufaktur Bantaeng). Unit pendidikan tinggi yang dibangun dengan dukungan Pemerintah Swiss ini memiliki spesialisasi di bidang industri manufaktur dan menawarkan tiga program studi, yakni analisis kimia, teknik perawatan mesin, serta teknik listrik dan instalasi.

Berdasarkan data Kemenperin, 100 persen lulusan AK-Manufaktur Bantaeng diserap langsung bekerja di industri.

Bersama Go Study Global Education, AK-Manufaktur Bantaeng mengusung kerja sama dalam pelaksanaan program kelas bahasa Mandarin dan rekrutmen lulusan. Selain Go Study Global Education, AK-Manufaktur Bantaeng juga memiliki kerja sama dengan beberapa perusahaan RRT lainnya, seperti PT Indonesia Weda Bay Industrial Park, PT New Hope Indonesia, dan PT Indonesia Huabao Industrial Park. (HS-08)

99 WNI Terserang Pneumonia saat Ibadah Haji, Kemenkes Ingatkan Pentingnya Pencegahan dan Penanganan Cepat

Lantik Pengurus KONI Banyumas 2025-2029, Ini Pesan Bona Ventura