HALO SEMARANG – Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi belum lama ini menyebut akan ada gelombang besar anggota Projo bergabung ke Partai Gerindra. Menurutnya, sinyal itu kian menguat seiring proses sosialisasi dan konsolidasi internal yang kini tengah ia lakukan.
“Lihat saja nanti. Kita kan lagi terus sosialisasi dan konsolidasi. Nanti ada gelombang besar,” kata Budi dalam sebuah wawancara dengan wartawan, Selasa (4/11/2025) malam.
Pernyataan itu langsung menuai respons dari kader Gerindra di daerah. Ketua DPC Gerindra Kota Semarang, Joko Santoso mengungkap, pihaknya sudah menggelar rapat koordinasi internal, salah satunya membahas isu masuknya Budi Arie.
Joko menegaskan, Gerindra adalah partai terbuka. Siapapun, kata dia, berhak bergabung sepanjang satu visi memperjuangkan kemaslahatan masyarakat, bangsa dan negara.
Namun, Joko memberi catatan khusus untuk Budi Arie.
Ia mengingatkan bahwa meskipun Budi Arie pernah ikut memenangkan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024, dan kemudian menjadi bagian kabinet, ia tetap terkena reshuffle. Dan menurutnya, Prabowo Subianto selaku presiden dan Ketua Umum Partai Gerindra, sudah berkali-kali menegaskan bahwa siapapun yang tidak perform dalam menjalankan tugas sebagai pembantu presiden, akan diberi peringatan hingga diganti.
“Ini yang kami sebagai kader di bawah mempertanyakan, ada apa dengan reshuffle-nya Pak Budi Arie?” ujar Joko.
Joko menambahkan, kader Gerindra di akar rumput tidak ingin partai justru dijadikan “tameng politik” oleh pihak manapun.
“Jangan sampai Gerindra menjadi pelindung politik seorang individu yang dalam tanda kutip punya masalah. Ini yang tidak kita inginkan di bawah,” tegasnya.(HS)