HALO SEMARANG – Memasuki bulan suci Ramadan, Masjid Jami Pekojan beralamat di Jalan Petolongan, Kampung Pekojan, Kelurahan Purwodinatan, Kota Semarang memiliki tradisi membuat menu khas untuk buka puasa yaitu bubur India. Uniknya, tradisi ini sudah dilestarikan di masjid bersejarah ini sejak turun-temurun hingga sekarang.
Menanggapi tradisi buka puasa dengan bubur India di Masjid Pekojan, menurut anggota dewan yang juga Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota, M Sodri mengatakan, tradisi tersebut menjadi sebuah kekhasan di masjid tersebut saat memasuki bulan suci Ramadan. Yang mana, selama bulan puasa, pengurus atau takmir masjid membuat menu bubur India, dalam jumlah besar setiap harinya untuk buka puasa jamaah dan warga sekitarnya.
“Ini tradisi bagus dan patut dilestarikan. Karena bisa menjadi kekhasan di masjid atau tempat tersebut dengan adanya bubur India di bulan Ramadan untuk menu buka puasa bagi jamaah dan warga sekitar,” terangnya, Minggu (2/4/2023).
Ditambahkan, tradisi khas adanya bubur India di Kota Semarang, bisa menjadi keanekaragaman budaya suatu daerah. “Di daerah ini punya ciri khas tersendiri. Selain ada nasi kebuli yang menjadi kuliner khas di Kampung Melayu, di sana artinya kan ada kekhasan menjadi harmoni yang positif. Sangat bagus, bubur India saat puasa, kalau Gembyuran Bustaman menjelang puasa,” imbuhnya.
Apalagi, lanjut dia, tradisi Dugderan juga sudah menjadi ciri khasnya Semarang sekaligus bisa jadi pertanda saat menjelang bulan Ramadan. Daerah lain tidak ada tradisi ini, seharusnya tiap pojok kota ada kearifan lokal masing-masing karena saat ini setiap daerah berlomba-lomba mencari kekhasan tersebut.
“Diharapkan, Pemkot Semarang bisa memfasilitasi penyelenggaraan setiap tradisi di bulan Ramadan dengan kekhasannya masing-masing,” pungkasnya.
Sebagai informasi, di Masjid Pekojan ini menu bubur India dibuat dengan menggunakan kuali tembaga besar. Sebab, bubur India tersebut diolah dengan menggunakan 20 kilogram beras setiap hari.
Setelah dimasak selama beberapa jam, kemudian dituangkan ke dalam 150 hingga 200 mangkok untuk buka puasa bersama jemaah di Masjid Jami Pekojan, Kota Semarang. Sementara, sisanya dibagikan kepada warga untuk dibawa pulang.
Santapan bubur India di Masjid Jami Pekojan Semarang ini disajikan sebulan penuh selama bulan Ramadan. Sajian bubur India untuk buka puasa bersama ini tak hanya ditunggu warga setempat, namun sejumlah warga dari berbagai daerah juga rela datang ke sini agar bisa buka puasa dengan menu tersebut.
Bubur India disajikan dengan berbagai lauk, seperti saat ini dengan sambal goreng jipang rambak dan telur, dengan dilengkapi kurma, semangka, dan minuman hangat.
Ali Bahrun, Takmir Masjid Pekojan menjelaskan, tradisi pembuatan yang dikenal dengan bubur India ini sudah dilakukan sejak kira-kira 1,5 abad yang lalu. “Sudah dilakukan dari satu generasi ke generasi berikutnya, hingga sekarang ini. Menunya terdiri dari bubur, sambal goreng, telur, kopi, susu dan makanan ringan. Tiap hari kita sajikan 150 porsi, itu minimal. Ditambah kalau ada warga yang minta kita kasih juga. Kita masak setidaknya 15 kilogram hingga 20 kilogram beras tiap harinya,” katanya.(HS)