in

Botoputih Jadi Wilayah Ke 22 Desa Tangguh Bencana di Temanggung

Pelayanan Pencegahan dan Kesiapsiagaan terhadap Bencana Tahun 2022, Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana), di Balai Desa Botoputih, Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung, Jumat (26/8/2022). (Foto : temanggungkab.go.id)

 

HALO TEMANGGUNG – Seluruh desa yang rawan bencana di Kabupaten Temanggung, diharapkan dapat membentuk desa tangguh bencana (Destana). Dengan pembentukan destana tersebut, warga desa mengetahui cara memitigasi dan mengantisipasi bencana.

Hal itu diungkapkan Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Thoifur Hadi, di sela-sela kegiatan Pelayanan Pencegahan dan Kesiapsiagaan terhadap Bencana Tahun 2022, Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana), di Balai Desa Botoputih, Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung, Jumat (26/8/2022).

Kegiatan digelar selama tiga hari, dari 25 Agustus hingga 27 Agustus 2022, dengan peserta berjumlah 40 orang.

“Ini merupakan bagian rintisan Destana dan peserta ini merupakan aktivis sadar bencana di masing-masing dusun di Desa Botoputih,” kata dia, seperti dirilis Temanggungkab.go.id.

Pembentukan Destana di Desa Botoputih ini, merupakan yang ke-22 dari 266 desa se-Kabupaten Temanggung.

Destana menjadi salah satu kegiatan prioritas dari BPBD Kabupaten Temanggung.

Dengan pembinaan dan monitoring bagi desa-desa yang sudah terbentuk, akan timbul kesadaran bagi warganya  masyarakat, sehingga ada kesiapsiagaan terhadap bencana secara mandiri bagi desa-desa tersebut.

“Kami sangat berharap ke depan bagi desa-desa di Kabupaten Temanggung yang memiliki kerawanan tinggi, untuk bisa dan memiliki pemahaman potensi bencana di desa masing-masing, memiliki antisipasi awalnya, cepat penanganannya, lebih cepat informasinya, dan yang terpenting mereka mengetahui, memahami konsep mitigasi,” jelasnya.

Bupati Temanggung HM Al Khadziq, dalam pengarahannya menyampaikan harapan agar peserta, perangkat desa, dan warga masyarakat, untuk meningkatkan kesadaran terhadap bencana di desa masing-masing dan lingkungan sekitarnya.

“Tingkatkan terhadap kesadaran bencana, pergunakan potensi masyarakat desa masing-masing untuk penanganan awal bencana, program Destana ini ke depannya lebih ditingkatkan dan libatkan semua potensi kesiapsiagaan pencegahan terhadap bencana,” tandasnya. (HS-08)

Atlet dan Pelatih Sepak Takraw Kendal Berharap Kepastian Masa Depan

Polwan Polres Temanggung Bersihkan Tempat Ibadah