HALO SEMARANG – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Eddy Hartono, mengatakan pembinaan terhadap anak yang terpapar paham radikal terorisme, perlu dilakukan secara kolaboratif dengan mempertimbangkan kepentingan anak dan prinsip keadilan restoratif.
Hal itu disampaikan Eddy Hartono, ketika mengunjungi Sentra Handayani di Jakarta, untuk memperkuat sinergi dalam menangani anak-anak yang terpapar paham radikal terorisme, belum lama ini.
“Kami bersama-sama melaksanakan kegiatan pembinaan sehingga prinsip demi kepentingan terbaik anak, pemulihan, dan keadilan restoratif itu yang menjadi prinsip utama,” kata dia, seperti dirilis bnpt.go.id.
Dalam kunjungan ini Kepala BNPT turut menyampaikan apresiasinya kepada Sentra Handayani dan Kementerian Sosial yang telah berperan besar dalam proses rehabilitasi serta pemulihan terhadap anak-anak korban paparan radikalisme.
“Terima kasih kepada Sentra Handayani dan Kementerian Sosial yang memfasilitasi rehabilitasi pemulihan untuk anak yang terpapar radikalisme,” katanya.
Sementara itu Kepala Sentra Handayani, Masryani Mansyur, menegaskan pentingnya kerja sama lintas lembaga dalam menangani kasus radikalisme pada anak.
Menurutnya, pendekatan yang dilakukan harus komprehensif dan melibatkan berbagai pihak terkait.
“Terkait penanganan anak-anak yang terpapar paham radikalisme, kami harus berkolaborasi dengan beberapa pihak seperti Densus dan KPAI. Jadi penanganan itu komprehensif, ada pekerja sosial kami, dan semuanya sudah berjalan dengan baik. Ada beberapa juga yang sudah kami pulangkan melalui proses reintegrasi,” jelasnya.
Kunjungan ini turut dihadiri oleh pihak Idensos Densus 88 AT dan KPAI. Melalui Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat koordinasi dalam memberikan perlindungan dan rehabilitasi baik bagi anak-anak yang terdampak radikalisme, dengan tetap menekankan pentingnya pendekatan kemanusiaan dan kepentingan terbaik anak. (HS-08)