HALO CILACAP – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengajak komunitas nelayan untuk menjadikan Sekolah Lapang BMKG sebagai ajang training of trainer (ToT) bagi sesama nelayan lain.
“Kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN), merupakan media untuk sosialiasi informasi cuaca. Jadikan SLCN sebagai ajang ToT bagi nelayan atau stakeholder lainnya. Sehingga alumni SLCN, dapat menjadi perpanjangan tangan BMKG, dalam hal menyebarluaskan informasi cuaca maritim,” kata Dwikorita, saat membuka SLCN bagi nelayan di Kabupaten Cilacap, Selasa (26/7).
Dwikorita mencontohkan peran alumnus SLCN, Dewa, yang menyelamatkan warga desanya dari amukan Siklon Tropis Seroja, yang berdampak parah di wilayah Nusa Tenggara Timur, pada awal April 2021.
Berbekal informasi yang didapat dari BMKG, Dewa, alumnus SLCN di Desa Oesapa, Kupang, memimpin evakuasi warga desanya, sebelum dampak Siklon Tropis Seroja sampai di wilayah tersebut.
“Kemampuan Pak Dewa dalam memahami dan menginterpretasi informasi cuaca yang didapat dari SLCN BMKG, terbukti mampu digunakan dengan tepat,” kata Dwikorita, seperti disampaikan bmkg.go.id.
Menurut dia, selain dapat dijadikan acuan bagi nelayan yang melaut, pengetahuan tentang cuaca dan iklim, dapat digunakan untuk meningkatkan keselamatan nelayan dan warga di wilayah pesisir, terutama ketika muncul potensi cuaca ekstrem.
Kepala BMKG berharap, kisah tersebut dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi nelayan agar semakin meningkatkan pengetahuan cuaca kemaritiman.
Sesuai dengan tema penyelenggaraan SLCN yaitu “Mewujudkan Melayan Hebat, Selamat, dan Sejahtera”, Dwikorita meyakini bahwa dengan memahami informasi cuaca secara tepat, nelayan dapat mengambil keputusan tepat dalam strategi melaut, demi meningkatkan keselamatan, hasil tangkapan meningkat, sehingga terwujud nelayan yang sejahtera.
“Gunakanlah kesempatan ini untuk menimba pengetahuan dengan baik, sehingga nantinya Saudara benar-benar dapat memiliki pengetahuan dan ketrampilan untuk melaut dengan aman, selamat dan hasil tangkapan melimpah,” ajaknya.
Pembukaan SLCN Cilacap ini turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah secara virtual, Anggota Komisi V DPRI RI, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, perwakilan Pemerintah Kabupaten Cilacap, serta stakeholder terkait.
Selesai membuka kegiatan SLCN, Kepala BMKG didampingi Anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti bersama nelayan menuju Pantai Kemiren untuk melepas tukik ke laut lepas. Hal ini merupakan wujud dukungan BMKG terhadap kelestarian lingkungan serta upaya agar selamat dari dampak perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. (HS-08)