in

Bina Aparat Desa, Bupati Pati Sebut Kades Sudah Kontrak Politik

Bupati Pati, Haryanto memberikan pembinaan aparatur pemerintah desa tahun 2022, di aula Kecamatan Margoyoso, beberapa waktu lalu. (Foto : Patikab.go.id)

 

HALO PATI – Bupati Pati, Haryanto menyebut setiap kepala desa, apapun latar belakangnya, sudah punya kontrak politik dengan warganya. Mereka setiap hari harus ke kantor, agar warganya tak mengeluhkan pelayanan.

Hal itu ditegaskan Bupati Pati, Haryanto, saat bersama Wakil Bupati Pati, Saiful Arifin (Safin), memberikan pembinaan aparatur pemerintah desa tahun 2022, di aula Kecamatan Margoyoso, beberapa waktu lalu.

“Kita ini sudah kontrak politik. Meski ada yang latarbelakangnya pengusaha, guru, kyai, ataupun pedagang,  kalau sudah jadi kepala desa, ya kontrak politiknya adalah menjadi aparatur. Jadi setiap hari ke kantor. Biar tidak muncul keluhan dari masyarakat,” kata dia, seperti dirilis patikab.go.id.

Dalam kesempatan itu, Bupati meminta aparat desa berpedoman pada semua kebijakan dan peraturan yang telah dibuat Pemerintah Pusat hingga daerah, agar roda pemerintahan di desab dapat berjalan dan masyarakat terlayani dengan baik.

Menurut dia, Pemkab Pati telah membuat beberapa regulasi, untuk melindungi aparatur desa, dalam memberikan pelayanan serta untuk menyikapi keluhan masyarakat.

Haryanto juga meminta para aparatur desa, untuk memiliki budaya disiplin.

“Meski memang mengubah budaya itu tidaklah mudah. Sehingga dengan kedisiplinan serta pelayanan terbaik bagi masyarakat, hal itu diharapkan dapat menjawab keluhan-keluhan yang ada di masyarakat”, tuturnya.

Sementara itu, Wabup Safin berharap agar aparatur desa, yang sekaligus penanggung jawab pemerintahan di tingkat desa, dapat meningkatkan potensi wilayah yang ada.

“Apalagi di wilayah Kecamatan Margoyoso ini sudah mulai dikenal dengan industrinya. Untuk itu mari kita kuatkan apa yang kita miliki. Sehingga kalau ada investor luar yang masuk, ya sama-sama kita bantu. Karena kalau ada investasi masuk, itu artinya bakal ada putaran uang masuk dan sudah pasti akan ada lapangan kerja yang tercipta di sana,” kata Wabup Saiful Arifin.

Wabup Safin juga menambahkan, bahwa Kabupaten Pati ini sudah swasembada beras bahkan produksinya sudah mencapai 500 ribu ton per tahun, sedangkan kebutuhan beras untuk warga masyarakat Pati hanya 150 ribu ton.

“Sehingga jika pertanian ini benar-benar dikelola dengan baik dan harga beras juga stabil bahkan mengalami kenaikan, maka kesejahteraan akan terwujud. Apalagi jika dipadukan dengan potensi lain seperti perdagangan, industri dan lain-lain”, jelasnya.

Bagaimanapun juga,  imbuh Safin, ketahanan dunia ini bergantung dari pertanian dan makanan.

“Sehingga kalau kita swasembadanya kuat sudah pasti bisa menjadi modal dasar kita untuk menguatkan berbagai sektor yang kita miliki”, tandasnya.

Saiful Arifin juga meminta maaf, apabila selama menjadi Wakil Bupati dan mendampingi Bupati Haryanto, terdapat banyak kekurangan. Dirinya juga mengakui, tanpa dukungan dari berbagai pihak maka pihaknya tidak mungkin dapat menjalankan tugas dengan baik.

“Tidak ada manusia super. Superman itu tidak ada. Tapi kalau superteam ya kita ini. Artinya ya keseluruhan ini, ada bapak ibu kepala desa, sekdes, rukun duduk bareng-bareng membangun desanya, bersama demi mewujudkan pembangunan”, kata dia. (HS-08)

Pj Bupati Jepara Ajak Warganya Bangkit Wujudkan Indonesia Maju

Bupati Rembang Beri Hadiah Rp 5 juta pada Napi yang Bebas pada 17 Agustus 2022