in

Berharap Ada Juara dari Klub Kecil di Yuzu Isotonic Magelang Open 2022

HALO SPORT – Kejuaraan bulutangkis Yuzu Isotonic Magelang Open (YIMO) 2022 memberi kesempatan kepada pemain dari klub-klub menunjukkan kemampuan bersaing dengan para rival dari klub besar seperti PB Djarum Kudus, PB Jaya Raya atau PMS Solo. Bahkan mereka memiliki kesempatan membuat kejutan dengan menumbangkan pemain unggulan.

Tak sedikit klub yang tetap setia melakukan pembinaan mengirim atlet muda untuk menguji kemampuan mereka sekaligus melakukan evaluasi di kejuaraan resmi. Dari Klaten tidak kurang ada tiga klub yang mengirim atlet di kejuaraan yang didukung Bakti Olahraga Djarum Foundation ini. Begitu pula atlet muda dari Salatiga, Wonosobo, Sragen, Ngawi, Madiun sampai Batam yang ingin bersaing memperebutkan gelar juara.

“Tidak kurang 117 klub dari seluruh Indonesia yang mengikuti YIMO 2022. Saya berharap adanya kejuaraan ini menjadikan pembinaan bulutangkis di kota-kota bisa terus berkembang,” kata Ketua Panitia Pelaksana YIMO 2022, Eddy Prayitno, di Magelang, Selasa (13/9/2022).

Lebih dari itu, Eddy berharap atlet dari klub kecil bisa mencapai final atau bahkan menjadi juara. Bila meraih prestasi, mereka bakal direkrut klub-klub besar seperti PB Djarum Kudus.

“Saya berharap dari klub yang dikatakan kecil itu bisa menjadi juara. Bila berprestasi di kejuaraan ini, mereka bisa masuk klub besar. Saya yakin klub-klub besar akan merekrutnya,” ucap dia lagi.

Pada hari kedua kejuaraan diwarnai kejutan di nomor tunggal putra U-11 dengan tumbangnya unggulan kedua, Naufal Rasyid Adz Dzaki dari Delta Purwokerto. Pebulutangkis berusia 10 tahun dari PB Djarum, James Arthur Leopatty sukses menaklukkan Naufal dengan rubber game.

“Saya bermain kurang maksimal sehingga mengalami kesulitan. Namun saya akhirnya bisa mengejar ketinggalan di gim ketiga,” kata James yang menjalani latihan rutin sejak bulan Mei agar bisa tampil prima di YIMO 2022.

“Kemenangan ini meningkatkan motivasi karena saya memang ingin juara. Yang penting tetap fokus, semangat dan berdoa. Saya berharap target ini bisa tercapai,” tutur siswa kelas 5 SD Kanisius Kudus ini.

Sementara itu, unggulan pertama tunggal putra U-13, Alif M Akbar membutuhkan 17 menit untuk mengalahkan Adhwin Arling Rangga dari Simple Badminton Academy Klaten. Dia menang dua gim langsung 21-13, 21-3.

Berstatus unggulan ternyata membuat Alif sempat nervous. Namun dia dengan cepat mampu mengatasi ketegangan.

“Saya sempat tegang dan memikirkan strategi yang tepat untuk mengatasi lawan,” kata Alif yang sebelumnya menjadi juara Piala Presiden 2022 untuk kategori Tunggal Putra U-13. (HS)

Belasan Lapak yang Disewakan dan Dibiarkan Kosong di Pasar Johar Baru Disegel Satpol PP

Hendi Dorong Pihak Swasta Rutin Gelar Aksi Sosial