in

Belasan Lapak yang Disewakan dan Dibiarkan Kosong di Pasar Johar Baru Disegel Satpol PP

Petugas Satpol PP Kota Semarang menyegel lapak pedagang di Pasar Kanjengan Semarang dengan memasang garis pembatas, Selasa (13/9/2022).

HALO SEMARANG – Sedikitnya 15 lapak pedagang di Pasar Cagar Budaya Johar disegel Satpol PP Kota Semarang karena diketahui disewakan dan sengaja dibiarkan kosong selama tiga bulan berturut-turut alias tidak ditampati untuk berjualan, Selasa (13/9/2022). Belasan lapak yang disegel baik yang berada di Johar Utara, Tengah, Selatan, maupun Kanjengan.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, pihaknya hari ini seharusnya menyegel lebih banyak lagi lapak pedagang. Namun, di lapangan masih terbentur data dari dinas Perdagangan. Karena ada sebagian pedagang ternyata yang masih memilih berjualan di MAJT, malah lapak di Johar baru justru dibiarkan kosong.

“Data dari Disdag masih belum jelas, harusnya semua yang kosong kita segel. Kita peroleh dari Persatuan Pedagang Jasa Pasar (PPJP) juga masih belum memberikan kejelasan, apakah pedagang mau di MAJT atau pindah di Johar,” ungkap Fajar, disela-sela penyegelan lapak, Selasa (13/9/2022).

Pihaknya juga meminta PPJP Johar untuk membuat surat pernyataan yang berisi bahwa yang bersangkutan akan menempati lapak di Johar atau MAJT yang ditujukan kepada Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang. Nantinya, pada Kamis (15/9) mendatang pihaknya akan kembali untuk memastikan lapak yang mana yang akan dipilih para pedagang untuk ditempati.

Selain melakukan penyegelan, Satpol PP juga membuka segel yang sudah beberapa waktu lalu disegel. Ada sebanyak 10 los dan satu kios yang hari ini dibuka segelnya. Nantinya lapak yang sudah dibuka segelnya akan diberikan kepada pedagang yang sudah mengantongi surat izin namun sama sekali belum mendapatkan lapak.

“Yang dibuka segelnya akan diberikan kepada pedagang yang sudah punya izin tapi belum mendapat lapak,” ungkapnya.

Kabid Penataan Pasar, Ali Sofyan mengatakan, sesuai pendataan awal ada 58 lapak yang kosong. Namun, setelah proses klarifikasi ada 11 lapak yang benar-benar tidak ditempati selama tiga bulan berturut-turut.

“Kemudian ada dua lapak yang diketahui disewakan. Jadi disegel permanen oleh Satpol,” ujarnya.
Dikatakan dia, tingkat keterisian Pasar Johar Utara sudah di atas 80 persen, yang selatan baru lantai satu terisi.

“Kira-kira baru 10 persen yang diisi untuk pedagang ikan asin. Begitu juga Kanjengan baru 10 persen, lantai dua masih kosong,” imbuhnya.

Sebenarnya, lanjut dia, lapak yang ada di Johar sudah semuanya diberikan ke pedagang secara by name. Namun, karena di MAJT masih dibuka untuk berjualan jadi di Johar baru masih ada yang kosong. (HS-06)

Bersama Ormas, Dandim Kendal Pimpin Aksi Protes Pernyataan soal “Gerombolan”

Berharap Ada Juara dari Klub Kecil di Yuzu Isotonic Magelang Open 2022