in

Bentengi Pelajar dari Radikalisme dan terorisme, Polda Sulteng Sambangi SMA 1 Muhammadiyah Palu

Polda Sulteng sosialisasikan bahaya dan upaya menangkal radikalisme dan terorisme, kepada pelajar SMA 1 Muhammadiyah Palu. (Foto : Humas Polri)

 

HALO SEMARANG – Polda Sulawesi Tengah mengunjungi SMA 1 Muhammadiyah Palu, baru-baru ini untuk menyosialisasikan bahaya paham radikalisme dan terorisme.

Sosialisasi dilakukan agar generasi muda, terutama pelajar SMA 1 Muhammadiyah Palu, memiliki benteng yang kuat dari pengaruh paham radikalisme dan terorisme.

Acara yang digelar di halaman sekolah itu, selain dikuti para pelajar, juga dihadiri kepala sekolah, ustad, dan ustadzah SMA 1 Muhammadiyah.

Plt Kasubdit Bintibsos Komisaris Pol Dg Agus RS Tola, mewakili Dirbinmas Polda Sulteng Kombes Pol Deny Jatmiko, dalam kesempatan itu memberikan pemahaman tentang definisi intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

Ia juga menyampaikan potensi kerawanan dan modus cara penyebaran paham radikalisme di masyarakat serta cara penanggulangannya.

Oleh karenanya, Agus RS Tola meminta kepada generasi muda, untuk menjauhi paham radikalisme.

“Jangan sampai anak-anak muda terpengaruh dengan paham-paham radikal, karena paham radikal bukan saja bisa mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara tetapi juga bisa merusak kehidupan rumah tangga dan masa depan pemuda,” kata dia, seperti dirilis Humas Polri.

Terlebih penyebaran paham radikalisme, kata Kompol Agus RS Tola saat ini marak disebarkan melalui media digital, seperti media sosial dengan sasaran anak-anak muda.

“Potensi ancaman itulah, Kepolisian khususnya Polda Sulteng dan Polres jajaran tidak akan berhenti untuk terus melakukan pembinaan atau sosialisasi untuk membentengi generasi muda dari bahaya paham radikalisme dan terorisme,” kata Agus RS Tola.

Agus RS Tola juga mengingatkan pelajar atau generasi muda, apabila ingin menambah ilmu agama, untuk memilih ajaran yang santun, saling menghargai, saling menghormati, damai, toleran, hidup rukun, menerima keberagaman, dan kemajemukan.

Selain itu juga mengedepankan rasa rasa cinta tanah air dan bela negara, serta ajaran agama yang Rahmatan Lil’alamin.

Selain berperan melakukan tindakan preventif dan preemtif, dalam menangani paham radikalisme dan terorisme, Kepolisian bekerja sama dengan stakeholder terkait, untuk mencegah penyebaran paham ini.

“Upaya yang dilakukan, antara lain kegiatan deradikalisasi serta penegakan hukum bagi para pelaku, oleh Densus 88 Antiteror Polri,” terangnya.

Terakhir Agus R.S Tola mengajak para Pelajar terus belajar menuntut ilmu yang diberikan sekolah dengan benar guna mencapai cita-cita yang diinginkan,

“Jauhi narkoba, jauhi balap liar atau geng motor, isi waktumu dengan hal yang bermanfaat bagi sesama, bagi masyarakat dan daerah ini,” kata dia. (HS-08)

Angka Kecelakaan Turun saat Mudik dan Balik Lebaran 2024

HUAWEI Band 9 Hadirkan Pengalaman Canggih Layaknya Smartwatch untuk Gaya Hidup Masa Kini