HALO SEMARANG – Musim ini KTM berhasil mengukir sejarah dengan menjadikan skuad pabrikan mereka sebagai runner-up dalam klasemen tim.
Hal itu tak lepas dari konsistensi dari dua pembalapnya, Brad Binder dan Miguel Oliveira di atas motor RC16.
Sepanjang MotoGP 2022, KTM sukses mencetak dua kemenangan dan total lima podium sekaligus mengantarkan mereka menempati posisi keempat klasemen konstruktor.
Namun, menurut Dani Pedrosa, pembalap penguji KTM, masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki untuk musim depan.
Salah satu kelemahan KTM selama musim 2022 adalah tidak mampu mendapatkan kecepatan yang kompetitif terutama pada sesi kualifikasi.
Tak heran kalau para pembalap KTM harus memulai race dari barisan tengah atau belakang.
‘’Para pembalap tahu betul di mana letak kelemahan motor,’’ kata Pedrosa seperti dikutip dari Speedweek.
Kendati mengetahui letak kekurangan RC16, salah satu kendala yang dialami oleh KTM selama ini adalah belum menemukan cara untuk menerjemahkan apa yang dirasakan pembalap agar lebih mudah dipahami para mekanik.
Karena itu, pabrikan Austria ini mencoba mengembangkan strategi yang berbasis data agar apa yang dirasakan pembalap bisa dipahami oleh para mekanik.
‘’Memang tidak mudah untuk memberikan gambaran masalah pengendara kepada teknisi karena mereka tidak mengendarai motor,’’ tutur mantan pembalap Honda ini.
Dani menjelaskan Direktur Teknis KTM Fabiano Sterlacchini telah berupaya mengembangkan strategi berbasis data.
Pedrosa menegaskan ban juga menjadi kelemahan pada motor KTM.
Jika dibandingkan dengan Ducati yang menjadi pabrikan tersukses musim 2022, dalam hal ini KTM masih kalah jauh.
‘’Dalam dua tahun terakhir, kualifikasi masih menjadi titik lemah bagi kami,’’ ungkapnya.
Dia berharap kelemahan ini bisa diatasi sehingga KTM bisa mengimbangi kehebatan Ducati.
Musim depan Brad Binder bakal ditemani Jack Miller. (HS-06)