in

Bebek dan Ayam Kampung Mas Budi Buka Cabang Franchise ke-77 di Batang

Investor Bebek dan Ayam Kampung Mas Budi, Ali Sadikin bersama Setyo Budi, pemegang brand.

HALO BATANG – Dalam rangka mengembangkan bisnis franchise atau waralaba, Bebek dan Ayam Kampung Mas Budi kini buka cabang di Jalan Dr Wahidin RT 7 RW 3 Kelurahan Kauman, Kecamatan Batang.

Grand openingnya dilaksanakan pada Jumat (30/12/2022) lalu, dengan dihadiri pemegang brand Bebek dan Ayam Kampung Mas Budi, Setyo Budi.

Dengan slogan “Prasmanan, Ambil Sendiri Sepuasnya” membuat Bebek dan Ayam Kampung Mas Budi menjadi tempat tujuan para penikmat kuliner ayam dan bebek goreng.

Menurut pengelola atau investor frenchise Bebek dan Ayam Kampung Mas Budi cabang Batang, Ali Sadikin, sesuai namanya, menu ayam dan bebek menjadi andalan untuk menarik pengunjung.

Selain itu, para pengunjung dibebaskan memilih porsi nasi, lalapan, dan sambal, bahkan jika mau porsi kuli sekalipun dipersilakan.

“Apalagi hanya dengan merogoh kocek mulai dari 30 ribu saja, para pengunjung sudah dapat menikmati porsi prasmanan,” ujarnya kepada halosemarang.id, Minggu (1/1/2023).

Ketua Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kendal tersebut memaparkan, selain menu ayam dan bebek, di Bebek dan Ayam Kampung Mas Budi ini juga menyediakan beberapa menu favorit lain salah satunya ca kangkung.

Untuk menambah selera pengunjung, menu lalapan yang tersedia di Bebek dan Ayam Kampung Mas Budi bervariasi yakni daun kenikir, kol, ketimun, dan daun kemangi. Itu pun bebas untuk mengambilnya.

“Para pengunjung dibebaskan memilih porsi nasi, lalapan dan aneka sambal, seperti sambal merah, sambal hijau dan sambal mentah. Bahkan jika mau porsi banyak sekalipun di Bebek dan Ayam Kampung Mas Budi ini tidak menambah biaya,” papar Ali Sadikin.

Dirinya juga mengungkapkan, sejak grand opening hingga hari ini, pengunjung di cabang Batang datang silih berganti. Ditambahkan, usaha franchisnya dibuka mulai jam 10.00 – 22.00 WIB.

“Alhamdulillah, sejak dibuka hingga hari ini pengunjung yang datang banyak. Mungkin karena libur tahun baru Kami sampai kehabisan bahan,” ungkap Ali Sadikin.

Sebelumnya, Setyo Budi, selaku pemegang brand Mas Budi mengungkapkan, dirinya memulai usaha dengan membuka warung bebek kaki lima di Jalan Gatot Subroto Semarang pada tahun 2019, yang diberi nama Bebek dan Ayam Goreng Mas Budi.

Dengan konsep tiga sambal, prasmanan, dan ambil sendiri sepuasnya, ternyata warungnya ramai dikunjungi pembeli.

Setiap orang yang makan mengaku cocok dengan masakannya dan ingin menjadi franchisenya, tapi Setyo Budi selalu menolaknya. Alasannya, ia merasa warungnya tidak layak dimitrakan.

“Karena semakin banyak orang yang tertarik franchise, akhirnya kami pindah ke lokasi yang lebih besar dan memulai mengelola franchise,” ungkap Setyo Budi.

Dikatakan, franchise atau waralaba Bebek dan Ayam Kampung Mas Budi di Batang, adalah franchise yang ke-77. Harapannya franchise dapat berkembang dan bertambah lagi.

Setyo Budi menjelaskan, untuk aturan franchise tidak terlalu rumit, investor cukup menyediakan lahan berikut bangunan warung yang parkirnya cukup luas dan membeli alat dapur.

Setelah lokasi cocok, barulah investor menyerahkan modal untuk franchise brand sekali seumur hidup. Dengan sharing hasil 55 persen untuk investor dan 45 persen untuk manajemen.

“Investor tidak usah ikut mengelola, karena semua yang mengelola warung adalal tim kami. Pemodal cukup duduk manis menunggu hasilnya,” pungkas Setyo Budi. (HS)

Mak Ganjar Jateng Terjang Banjir, Door to Door Bagikan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Semarang

Relawan Srikandi Ganjar Dirikan Posko dan Bagikan Bansos untuk Korban Banjir Semarang