HALO SEMARANG – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio, optimistis sektor pariwisata di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mampu sejajar dengan Bali sebagai destinasi wisata internasional.
Optimisme tersebut didasarkan pada kekayaan variasi produk wisata di DIY yang memiliki nilai tambah tinggi melalui warisan budaya dan sejarah yang tidak dimiliki daerah lain.
Sejauh ini, DIY diakui sebagai salah satu pusat wisata budaya, pendidikan, dan kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) strategis nasional.
Tingginya daya tarik ini terbukti dari lonjakan penumpang angkutan udara internasional ke DIY yang meningkat hingga 20,81 persen pada Maret 2026, yang menegaskan posisi Yogyakarta sebagai simpul utama pergerakan wisatawan.
“Bali memang luar biasa, tetapi Jogja sebenarnya bisa seperti Bali dan bahkan memiliki nilai tambah tersendiri. Jika kita bicara wisata alam dan pantai, Jogja punya. Wisata desa, kita melimpah. Ditambah lagi nilai budaya adiluhung seperti Candi Prambanan dan Candi Borobudur yang bisa dimaksimalkan,” ungkap Eko, usai memimpin agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI di DIY, beberapa waktu lalu.
Meski memiliki modal potensi yang lengkap, tantangan utama yang dihadapi DIY saat ini adalah pengemasan ekosistem perjalanan wisata secara terpadu (end-to-end tourism ecosystem), yang belum se-matang di Pulau Dewata, terutama terkait sinkronisasi moda transportasi penunjang.
“Potensinya sangat bisa dijual, tetapi masalahnya belum terintegrasi secara utuh. Oleh karena itu, saya membawa teman-teman Komisi VI DPR RI ke sini untuk memberikan sumbangsih pemikiran serta merumuskan formula terbaik bagi masa depan pariwisata Yogyakarta,” jelasnya.
Ia menyebutkan bahwa pihaknya telah memetakan formula “5 Jalur Wisata” termasuk jalur kreatif, alam, dan desa wisata yang diharapkan dapat memecah konsentrasi wisatawan dan memaksimalkan seluruh potensi wilayah aglomerasi Yogyakarta secara merata.
“Melalui evaluasi ini, kita ingin mendorong perbaikan sistem mobilitas berbasis digital dan utilisasi infrastruktur BUMN. Kita berharap dengan perbaikan ini pariwisata Jogja menjadi jauh lebih baik, semakin berkelas dunia, dan Jogja sendiri menjadi kian istimewa,” kata dia. (HS-08)


