in

Bawaslu Kota Semarang Luncurkan Buku Tentang Sejarah Bawaslu “Dari Masa Ke Masa: Jejak Pengawas Pemilu/Pemilihan 2004-2023”

HALO SEMARANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang meluncurkan buku Berjudul Dari Masa Ke Masa: Jejak Pengawas Pemilu/Pemilihan 2004-2023 di Kantor Bawaslu Jalan Taman Brotojoyo, No 2 Kota Semarang, Kamis (11/8/2022). Peluncuran buku oleh Bawaslu Kota Semarang dalam rangka menyemarakkan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, dan sekaligus memperingati HUT Bawaslu seluruh kabupaten/kota seluruh Indonesia yang jatuh pada 15 Agustus 2022.

Sebelumnya, Bawaslu Kota Semarang juga telah merilis pembuatan film pendek. Ketua Bawaslu Kota Semarang, Muhammad Amin mengatakan, buku yang diluncurkan Bawaslu Kota Semarang dengan latar belakang mengambil dari tahun 2004, karena menurutnya di tahun tersebut pertama kali penyelenggaraan pemilu presiden dan wakil presiden (Pilpres), serta pemilihan DPR, DPD, DPRD Propinsi, DPRD Kabupaten/kota (Pileg) secara langsung oleh rakyat.

Lalu, dinamika penyelenggaraan yang sangat dinamis dengan peraturan perundang-undangan yang mengalami perkembangan sesuai dengan perkembangan sistem demokrasi di Indonesia dan dari sisi kelembagaan pengawas pemilu mengalami tranformasi, dari lembaga adhoc menjadi lembaga bersifat tetap bahkan sampai kabupaten/kota pada tahun 2018.

“Harapannya, dengan hadirnya buku ini menjadi inspirasi dan mampu memberikan sumbangsih bagi perkembangan ilmu pengetahuan, literasi, dan juga menjadi bahan kajian oleh mahasiswa, peneliti dan juga akademisi,” terangnya, di sela-sela peluncuran Buku Dari Masa Ke Masa Jejak Pengawas Pemilu/Pemilihan tahun 2004-2023, Kamis (11/8/2022).

Dijelaskan Amin, bahwa dalam buku tersebut berisi berbagai peristiwa sejarah yang menonjol saat penyelenggaraan dari Pilkada 2004, sampai Pilkada serentak 2020 lalu.

“Dan sampai berubah dari sisi kelembagaan Bawaslu, kemudian isi buku selanjutnya juga sisi menarik pelaksanaan kasus-kasus yang ditangani, baik saat Pilkada dan Pemilu tahun 2005, 2009, sampai tahun 2020. Bagaimana suka dan duka membentuk badan itu. Ini kita ungkap,” katanya.

Amin mengakui, bahwa dalam penyusunan buku ini belum sempurna, karena kurangnya literasi Pilkada 2004. “Bahkan, sudah kita cari tidak ada beritanya di website ataupun perpus yang minim betul. Padahal bagian sejarah. Balum lagi kesulitan lain untuk pengumpulan data melalui pelaku sejarah anggota Bawaslu dari periode sebelumnya juga tidak mudah. Ada yang saat ini susah sekali dihubungi, dan penyelenggara Pemilu ada yang sudah meninggal dunia,” paparnya.(HS)

Dampingi Jokowi Tanam Kelapa Genjah, Ganjar: Ini Desain Panjang Ketahanan Pangan

Bupati Pemalang Dikabarkan Kena OTT KPK, Ganjar : Ini Peringatan, Hentikan Kejahatan Korupsi