HALO KENDAL – Akibat banjir rob, ratusan rumah warga di Dukuh Ngebum, Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, terendam banjir rob selama dua pekan terakhir.
Bukan itu saja, banjir rob juga mulai berdampak berat terhadap roda ekonomi warga, khususnya para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di kawasan wisata Pantai Ngebum.
Di mana aktivitas jual beli praktis terhenti sejak genangan air merendam permukiman dan akses utama menuju lokasi wisata. Akibatnya, para pedagang kehilangan pemasukan karena tidak ada pengunjung yang datang.
Salah seorang yang paling merasakan pukulan ekonomi adalah Kafidin, penjual tiram bakar yang terpaksa berhenti berjualan 15 hari terakhir karena kawasan tersebut terus tergenang pada jam-jam tertentu.
“Sedikitnya 125 pedagang di Pantai Ngebum yang terdampak kondisi ini. Pengunjung tidak ada sama sekali sejak banjir rob. Saya sudah 15 hari tidak bisa jualan,” ujarnya.
Menurut Kafidin, akses jalan menuju kawasan wisata menjadi kendala utama. Genangan air membuat warga dan wisatawan enggan datang. Kondisi tersebut membuat pendapatannya terhenti total.
“Biasanya sehari bisa dapat sekitar Rp1 juta. Kalau hari Minggu, omzet bisa mencapai Rp 5 juta sampai Rp 6 juta. Sekarang benar-benar macet total,” ungkapnya.
Kafidin menyebut, air rob biasanya mulai datang pada kisaran pukul 03.45 WIB hingga 04.00 WIB, dengan ketinggian yang bervariasi setiap hari.
Para pedagang berharap pemerintah segera memberikan solusi agar banjir rob yang menjadi langganan di wilayah ini bisa tertangani.
“Mereka meminta perbaikan tanggul dilakukan untuk mencegah air laut kembali meluap ke permukiman dan area usaha masyarakat,” jelas Kafidin. (HS-06)


