in

Lestarikan Tradisi 1 Suro, Pemalang Gelar Deklarasi Damai

Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro bersama Forkopimda dan perwakilan 15 cabang olahraga bela diri Kabupaten Pemalang, menghadiri Silaturahmi dan Penandatanganan Deklarasi Damai di Gedung Sasana Bakti Praja, baru-baru ini. (Foto : pemalangkab.go.id)

 

HALO PEMALANG – Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro menegaskan, olahraga bela diri tidak terlepas dari nilai-nilai sportivitas, persaudaraan, serta penghormatan terhadap prestasi.

Oleh karena itu, seluruh pimpinan dan anggota perguruan silat diharapkan dapat menjaga situasi, agar tetap aman dan harmonis.

Hal itu disampaikan Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro ketika bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan perwakilan 15 cabang olahraga bela diri Kabupaten Pemalang, menghadiri Silaturahmi dan Penandatanganan Deklarasi Damai di Gedung Sasana Bakti Praja, baru-baru ini.

Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk komitmen bersama, dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memperkuat persaudaraan antarperguruan menjelang peringatan 1 Suro atau 1 Muharram 1448 Hijriah.

Dalam sambutannya, Bupati Anom menyampaikan bahwa peringatan 1 Suro merupakan tradisi budaya dan kearifan lokal warisan leluhur, yang harus dilestarikan dengan tetap menjaga makna hakiki dari peringatan tersebut.

“Alhamdulillah kita memiliki maksud untuk bersilaturahmi dan mendeklarasikan damai di Kabupaten Pemalang dalam rangka menghormati tradisi leluhur. Pemerintah bersama Forkopimda akan senantiasa mendukung seluruh kegiatan yang positif, namun tetap mengedepankan kondusivitas,” kata Anom, seperti dirilis pemalangkab.goa.id.

Ia berharap seluruh pimpinan dan anggota cabang olahraga bela diri, khususnya perguruan pencak silat, dapat menjadi pelopor dalam menjaga keamanan dan mengawal anggotanya selama pelaksanaan kegiatan 1 Suro.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Pemalang, Joko Ngatmo selaku penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi ini bertujuan membangun komunikasi antara pemerintah, stakeholder, dunia olahraga bela diri, dan masyarakat.

Melalui komunikasi yang baik, diharapkan tercipta pemahaman bersama, saling menghormati terhadap perbedaan, sehingga dapat menghindari kesalahpahaman dan permusuhan serta memperkuat kerukunan dan persatuan.

Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana dalam arahannya mengatakan bahwa peringatan 1 Suro memiliki nilai spiritual, religius, dan sejarah yang penting bagi masyarakat Jawa, khususnya warga perguruan pencak silat yang memiliki tradisi khusus di bulan Suro.

Menurutnya, momentum tersebut hendaknya menjadi sarana introspeksi diri, mempererat tali persaudaraan, serta memperkuat nilai-nilai luhur pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang menjunjung tinggi kehormatan, kedisiplinan, dan persatuan.

Kapolres juga mengajak seluruh pimpinan perguruan dan warga pencak silat untuk mematuhi aturan yang berlaku, tidak melakukan konvoi atau arak-arakan di jalan, menghindari tindakan provokatif, serta senantiasa menjaga sikap saling menghormati demi terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Pemalang. (HS-08)

 

 

Petakan Lanskap Ekonomi Baru, Bupati Imbau Pelaku Usaha Kebumen Berikan Data Akurat pada Petugas Sensus Ekonomi

Dukung Pertanian Modern, Bupati Pemalang Hadiri Festival yang Digelar Ponco Tani