HALO KENDAL – Dalam rangka penataan lahan parkir di Terminal Bahurekso Kendal, pengelola perparkiran area Pasar Darurat Weleri mengambil solusi dengan mempersilahkan pedagang yang akan membangun lapak di lahan parkir lingkar pasar, namun tetap rapi dan seragam.
Hal tersebut disampaikan Muhammad Arif Abidin selaku Pimpinan CV Semangka Jaya pengelola parkir, kepada halosemarang.id, Kamis (13/1/2022) saat ditemui di Terminal Bahurekso.
Menurut Arif, hal ini diambil pihaknya agar permasalahan ini tidak berlarut-larut dan ada penyelesaian terkait berdirinya lapak di area bahu jalan sisi sebelah barat pasar darurat atau Terminal Bahurekso.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Perdagangan Kabupaten Kendal terkait masalah ini bersama koordinator pasar darurat. Kami tidak mempermasalahkan para pedagang, jika akan membangun lapak di bahu jalan yang notabene lahan parkir kami. Namun harus ditata dengan rajin,” ungkapnya.
Dijelaskan, para pedagang diberi lahan masing-masing 3 x 3 meter sebanyak 35 plong, dan bangunannya dengan menggunakan bahan galvalum dan atapnya dengan baja ringan, supaya seragam dan rapi. Sehingga para pedagang sayur malam tidak kehujanan saat musim penghujan.
Hal ini menurut Arif, supaya bisa terjadi simbiosis mutualisme, yakni saling membutuhkan dan saling menguntungkan pedagang sayur malam hari dan pengelolaan parkirnya.
“Jadi kalau para pedagang malam sudah selesai berjualan, tempatnya bisa kami gunakan untuk lahan parkir pagi sampai sore,” jelasnya.
Arif menambahkan, terkait pembangunan, pihaknya menyerahkan kepada para pedagang sendiri.
“Jadi kami persilahkan lahan dipakai, dibangun sendiri, ditempati dan dibersihkan sendiri. Yang terpenting kami tidak ikut mengurusi soal bangunan lapak tersebut atau meminta biaya penggunan lahan, karena bukan ranah CV Semangka Jaya,” imbuhnya.
Terkait lapak liar yang berdiri di bahu jalan lingkar terminal sisi utara, Arif menyerahkan kepada dinas terkait untuk menertibkannya.
Namun dirinya berharap, pedagang di sana ditertibkan dan dipindahkan di lingkar sisi timur agar tidak mengganggu lalu lalang kendaraan menuju dan pulang dari pasar.
“Ya kalau bisa ditertibkan. Kami memaklumi, suara bising mesin pengolahan daging mengganggu aktivitas di pasar darurat. Jadi alasan mereka jualan di luar. Kami sebenarnya tidak mempermasalahkan, asal jalan di depannya diurug, supaya tidak tergenang air saat hujan,” pungkas Arif.
Sementara itu menurut salah seorang pedagang Pasar Weleri, Budi, saat ini para pembeli sudah mulai berdatangan di pasar darurat.
“Alhamdulillah, sekarang pembeli sudah mulai berdatangan di Pasar Darurat Weleri ini. Semoga bisa lebih ramai sehingga menambah pendapatan para pedagang,” ungkapnya.
Terkait rencana penertiban lapak di bahu jalan lingkar, dirinya mengaku mendukung dengan kebijakan pengelola parkir.
Menurutnya, dengan pengelolaan parkir yang rapi dan memadai, bisa membuat pasar darurat Weleri menjadi ramai dan tertib.
“Ya ini demi kebaikan dan ketertiban bersama saya mendukung supaya lahan parkir memadai dan pedagang sayur malam juga bisa tertib. Toh ini tidak mengganggu saya sebagai pedagang yang jualan pagi sampai siang. Jadi tidak masalah,” tukas Budi. (HS-06).