in

Bangkit dari keterpurukan Usai Diterjang Bencana, Desa Wisata Dawuhan di Banjarnegara Kembali Pikat Wisatawan

Desa Wisata Dawuhan, di Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara. (Foto : banjarnegarakab.go.id)

 

HALO BANJARNEGARA – Desa Wisata Dawuhan, di Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, menunjukkan geliat selama libur Idulfitri 1447 H.

Tercatat dalam empat hari pertama Lebaran, lebih dari 3.000 wisatawan lokal memadati lokasi yang menawarkan konsep unik perpaduan alam dan tradisi ini.

Jumlah kunjungan tersebut dinilai stabil dan konsisten jika dibandingkan dengan periode Lebaran 2025, menandakan wisatawan masih setia mengunjungi destinasi yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dawuhan ini.

Salah satu daya tarik utama yang memikat pengunjung adalah sajian kuliner tradisional yang otentik.

Di pasar Renggang, pasar tradisional yang menjadi point of interest, pengunjung bisa menikmati aneka hidangan mulai dari bakmi jowo, mie ayam, getuk lindri, nasi jagung, hingga jajanan pasar seperti onde-onde, bakwan, pecel, dan rujak.

Tidak ketinggalan, hidangan khas seperti klepon, intip dan yang paling dicari adalah bubur srintil, sajian khas Desa Dawuhan, yang menjadi primadona bagi wisatawan yang berkunjung ke Lokasi wisata tersebut.

Selain kuliner, Desa Wisata Dawuhan juga memanjakan pengunjung dengan berbagai fasilitas hiburan.

Anak-anak tampak antusias menikmati area kolam renang yang kali ini ditambah dengan hujan busa dan menjadi daya tarik setelah muncul di media sosial, selain itu juga ada area playground untuk anak – anak, serta kereta wisata yang mengintari area wisata Dawuhan.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Eryantho Arief, seperti dirilis banjarnegarakab.go.id, memberikan apresiasi atas konsep yang diusung Dawuhan.

“Dawuhan berhasil menggabungkan wisata alam dengan nuansa tradisional yang kental,” kata dia, di objek wisata Dawuhan, belum lama ini.

Keunggulan lain dari objek wisata Dawuhan, adalah lokasinya yang berada di pinggir Sungai Panaraban dan berhawa sangat sejuk.

“Untuk tubing, pengelola di sini juga menyiapkannya sesuai permintaan serta melihat kondisi cuaca demi keamanan,” kata dia.

Bangkit setelah Bencana

Kesuksesan kunjungan wisata saat musim liburan ini menjadi simbol kebangkitan Desa Wisata Dawuhan, yang belum lama ini sempat terpuruk, akibat diterjang banjir.

Akibat bencana tersebut, Desa Wisata Dawuhan mengalami kerugian material mencapai ratusan juta, termasuk kerusakan pada sound system dan fasilitas lainnya.

“Ini adalah momentum bangkit dari keterpurukan paska bencana. Pengelola Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) bekerja keras membangun kembali fasilitas yang ada,” tambah Eryantho.

Ia juga mencatat bahwa meski biasanya transaksi menggunakan koin khusus, selama periode lebaran ini pengelola memberlakukan transaksi tunai (cash) untuk memudahkan wisatawan.

Sementara Pengelola Pokdarwis Desa Dawuhan, Supri, menjelaskan bahwa operasional wisata ini sangat mengedepankan pemberdayaan masyarakat.

Saat ini, terdapat 15 karyawan inti, dan jumlah tersebut akan ditambah dengan karyawan tidak tetap pada hari libur nasional atau tanggal merah guna memaksimalkan pelayanan.

Penggunaan tanah desa untuk area wisata ini juga memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan desa.

“Kami memberikan kontribusi kepada Desa Dawuhan yang nantinya akan dipertimbangkan kembali untuk pengembangan fasilitas di masa depan,” ungkap Supri

Meski mayoritas pengunjung masih merupakan wisatawan lokal dari sekitar Banjarnegara, tren menarik mulai terlihat dengan hadirnya beberapa Wisatawan Mancanegara (Wisman) yang mulai melirik keasrian Desa Dawuhan.

Ke depan, pengembangan fasilitas lebih lanjut akan dilakukan sambil menunggu situasi dan kondisi keuangan yang stabil.

Bagi Anda yang merindukan suasana pedesaan yang asri, udara sejuk, dan cita rasa masakan tradisional yang menggugah selera, Desa Wisata Dawuhan di Kecamatan Wanayasa bisa menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. (HS-08).

 

 

Sinergikan Mahakarya dan Sesaji Rewanda Jadi Cara Pemkot Semarang Muliakan Tradisi di Goa Kreo

ASN Kebumen Digembleng Kedisiplinan dan Literasi Digital, Bupati Ingatkan Penilaian Masyarakat pada Pemerintah