in

Bamsoet Beri Apresiasi Pergelaran Wayang Kulit di Mabes Polri

 

HALO SEMARANG – Ketua MPR RI, Bambang Soesetyo (Bamsoet) mengapresiasi pergelaran wayang kulit di Mabes Polri, yang diselenggarakan di Lapangan Bhayangkara, Jakarta.

Hal itu disampaikan Bamsoet, Sabtu (4/2/2023), berkaitan dengan pergelaran wayang kulit di Mabes Polri, yang diselenggarakan Jumat (3/2/2023) malam hingga dini hari.

Menurut Bamsoet, pergelaran wayang kulit di Mabes Polri, yang mengangkat lakon Wahyu Makutharama tersebut, perlu mendapat apresiasi, karena kesenian tradisional tersebut, telah mendapatkan pengakuan dunia.

Seperti diketahui, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), pada 7 November 2003 silam, telah mengakui wayang kulit sebagai  ‘Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity’, atau karya kebudayaan yang mengagumkan di bidang cerita narasi dan warisan budaya yang indah dan berharga.

“Karena itu kita patut bangga, salah satunya dengan turut melestarikan pergelaran wayang kulit sebagaimana dilakukan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono,” kata Bamsoet, seperti dirilis tribratanews.polri.go.id.

Menurut dia, selain sebagai upaya melestarikan seni dan budaya bangsa, event ini juga bisa semakin mendekatkan Polri dan TNI dengan masyarakat, melalui jalur kesenian dan kebudayaan.

“Sehingga bisa semakin meningkatkan peran Polri dan TNI sebagai pengayom masyarakat,” ungkap Ketua MPR RI itu, dalam keterangan, Sabtu (4/2/2023).

Ketua MPR menjelaskan, pergelaran wayang kulit ini sekaligus juga bentuk sinergitas Polri dan TNI, karena turut didukung oleh para personil TNI di bawah kepemimpinan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono.

Sebelumnya, Polri juga telah mendukung pergelaran wayang orang ‘Pandawa Boyong’, yang diinisiasi Panglima TNI Laksamana Yudo Margono.

“Sinergitas dan kekompakan TNI-Polri ini sangat penting dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI, sekaligus keamanan dan ketertiban masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, mengungkapkan Lakon Wahyu Makutharama, mengandung ajaran Hastabrata, yakni soal mengajarkan tentang jiwa kepemimpinan.

Dengan lakon ini, Kapolri berharap, dapat terbentuk karakter pemimpin yang terus menjaga dan mempertahankan nilai persatuan dan kesatuan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Yang jelas, di situ mengandung nilai-nilai filosofi tentang kepemimpinan, tentang apa yang harus dilakukan sehingga masyarakat bersama pemimpinnya memiliki hubungan yang saling mendukung. Pemimpin bisa mengayomi rakyatnya. Demikian juga rakyat memahami apa yang menjadi tugas pemimpinnya,” kata Jenderal Pol Listyo Sigit. (HS-08)

Wayang Kulit di Mabes Polri, Jenderal Sigit : Wahyu Makutharama Ajarkan Nilai Kepemimpinan

Ribuan Peserta Meruahkan Musra Jateng, Ganjar dan Prabowo Bersaing Ketat