in

Bahtsul Masail Ekologi, LBM Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Haramkan Buang Air di Sungai

Kegiatan Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Ma’had Aly Hasyim Asy’ari (MAHA), di Perpustakaan MAHA, belum lama ini. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Sebanyak 20 orang pakar anggota tim Majelis Mudzakarah, mengikuti Bahtsul Masail bertema ekologi, yang digelar Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Ma’had Aly Hasyim Asy’ari (MAHA), di Perpustakaan MAHA, belum lama ini.

Bahtsul Masail diikuti seluruh tim pakar (20 orang), yang tergabung dalam Majelis Mudzakarah LBM, dan dipimpin Kepala LBM MAHA, Ustadz Ahmad Wasil Syahir.

Dalam forum ini, para peserta mendiskusikan dua tema, yang berkenaan dengan persoalan lingkungan hidup, yaitu Qawaid Pengelolaan Lingkungan dan terkait praktik membuang air besar (BAB) atau kecil (BAK) di sungai.

Kajian digelar sebagai bagian dari peringatan Hari Bumi, sekaligus bentuk keprihatinan LBM MAHA terhadap tercemarnya banyak sungai di Indonesia.

Setelah dilakukan kajian secara mendalam, LBM menetapkan bahwa perbuatan buang air di sungai sebagai haram, karena menimbulkan dampak serius terhadap pencemaran lingkungan, serta membahayakan kesehatan masyarakat.

“Air sungai adalah sumber kehidupan. Merusaknya sama saja dengan merusak tatanan alam yang dianugerahkan Allah Swt,” tegas Ustadz Ahmad Wasil Syahir, seperti dirilis kemenag.go.id.

Bahtsul Masail ini juga menghasilkan rekomendasi berupa dorongan kepada masyarakat, untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, mencakup aspek tanah, air, maupun udara.

Juga mendorong Pemerintah Daerah (Pemda), untuk menerbitkan Peraturan Daerah terkait larangan buang air di sungai, sebagaimana yang telah berlaku di beberapa daerah di Indonesia.

Keputusan yang dirumuskan oleh LBM ini, diharapkan menjadi pijakan moral bagi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus menjadi bagian dari kontribusi nyata pesantren terhadap isu-isu ekologis yang semakin mendesak.

Acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar upaya menjaga bumi mendapat rida dari Allah Swt. (HS-08)

Asa Pengungsi Tanah Bergerak di Sirampog Brebes kepada Ahmad Luthfi

Guru Besar UIN Sebut Model Pendidikan Milik Kemenag Bentuk Karakter Anak Didik Tidak Ringkih