in

Arah Kebijakan Energi Masa Depan, Jaringan Gas Bumi Rumah Tangga Mulai Dibangun di Weleri

Rakor bersama stakeholder, sekaligus sosialisasi terkait pembangunan Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga, yang dilaksanakan di aula Kecamatan Weleri, Kendal, Senin (1/12/2025).

HALO KENDAL – Produksi gas bumi nasional cukup besar sehingga harus dimanfaatkan secara maksimal untuk penggunaan dalam negeri. Salah satunya dengan membangun Jaringan Gas (Jargas) Bumi Rumah Tangga, program dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia.

Hal itu dibedah dalam kegiatan rapat koordinasi bersama stakeholder, sekaligus sosialisasi terkait pembangunan Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga, yang dilaksanakan di aula Kecamatan Weleri, Kendal, Senin (1/12/2025).

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Baperlitbang) Kendal, Izzuddin Latif mengatakan, program sangat penting dalam meningkatkan kualitas layanan publik dan mendukung arah kebijakan energi masa depan.

“Rakor dilaksanakan dalam rangka untuk pengenalan lokasi yang akan dibangun jaringan gas rumah tangga. Dengan adanya jaringan gas ini, masyarakat akan mendapatkan alternatif energi yang lebih modern dan aman,” ujarnya.

Lebih lanjut Izzudin menjelaskan, sebelumnya juga telah dilaksanakan survey lokasi dan minat masyarakat terkait Jargas, dan akhirnya ditentukan Kecamatan Weleri sebagai lokasi pertama untuk pemasangan.

“Jumlah yang terdata untuk jaringan gas bumi rumah tangga di 15 desa yang berada di Kecamatan Weleri mencapai 12.086 calon pengguna. Semoga pemasangan jaringan gas rumah tangga ini bisa cepat selesai,” jelasnya.

Sementara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Jargas Bumi Rumah Tangga, Akhmad Rading menambahkan, Weleri menjadi lokasi pilot project pembangunan Jargas.

“Kecamatan Weleri ini salah satu pilot project pada pelaksanaan pembangunan jaringan gas bumi rumah tangga. Saat ini masih difokuskan untuk keluarga, belum bisa digunakan untuk pemanfaatan bisnis,” ujarnya.

Akhmad Rading menyebut, gas bumi sebagai bahan bakar lebih bersih dibandingkan yang lainnya, karena tidak mengeluarkan banyak asap (CO) dan tidak meninggalkan jelaga.

“Jaringan gas bumi untuk rumah tangga telah mulai dikerjakan sejak 17 November 2025 dan ditargetkan berakhir hingga 14 Juli 2026,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Weleri, Dwi Cahyono Suryo, menjelaskan bahwa terdapat 15 desa yang sudah didata untuk pemasangan Jargas Bumi Rumah Tangga di wilayahnya.

“Pemasangan jaringan gas dilakukan di 15 desa, yaitu Desa Weleri, Penyangkringan, Sambongsari, Bumiayu, Sumberagung, Penaruban, Tratemulyo, Montongsari, Pucuksari, Karanganom, Manggungsari, Nawangsari, Karangdowo, Ngasinan, dan Desa Payung,” bebernya.

Camat Weleri juga menyampaikan, para penerima manfaat sudah melakukan pendaftaran ulang pada tanggal 17 November 2025, dan saat ini di Desa Tratemulyo sudah mulai dilakukan pemasangan Jargas.

“Seluruh proses pemasangan jaringan gas dilakukan secara gratis tanpa biaya, dan rencananya akan selesai dipertengahan tahun 2026,” jelasnya.

Adapun manfaat dari pembangunan jargas, yaitu penghematan subsidi LPG dan penghematan pengeluaran energi masyarakat. Selain itu, mengurangi import LPG, serta pengurangan defisit neraca perdagangan migas.

Sedangkan nilai lebih penggunaan Jargas Bumi untuk Rumah Tangga, di antaranya murah/harga kompetitif, aman, ramah lingkungan, praktis dan nyaman, mengalir 24 jam, serta mendukung ketahanan energi.(HS)

Jejak Sunyi Macan Tutul Jawa di Muria: Ketika Hutan Mengirim Sinyal Harapan

Tegaskan Keselamatan Penumpang Jadi Prioritas, Wali kota Agustina Akan Evaluasi BRT Trans Semarang