in

Angkat Tenun Demak hingga Pandemi Covid, FDK dan Cakra Indonesia Buat Film “Tedunan”

Proses pengambilan adegan dalam pembuatan film berjudul “Tedunan”, karya para seniman yang tergabung dalam FDK, berkolaborasi dengan tim videographer dari Cakra Indonesia. (Foto : demakkab.go.id)

 

DEMAK – Beragam persoalan di masa pandemi Covid-19 dan inflasi global, menjadi tema utama film berjudul “Tedunan”.

Film karya para seniman yang tergabung dalam Forum Demak Kreatif (FDK) ini, merupakan hasil kolaborasi dengan Tim videographer dari Cakra Indonesia yang dipimpin oleh Sigi Mawa Abigali.

Ketua FDK, Ershad Salam mengungkapkan, bahwa film “Tedunan” yang berdurasi 30 menit ini, mengangkat berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, terkait pandemi Covid-19 dan inflasi global.

Film ini juga mengangkat cerita tentang keindahan Demak, dan kemudian mengerucut ke Desa Tedunan.

Film ini juga menampilkan karya tenun tradisional, yang dihasilkan oleh para perajin dari Desa Tedunan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak.

“Film ini juga memberikan makna tenun yang penuh filosofi kehidupan budaya dan nilai-nilai luhur nenek moyang yang selalu menarik untuk ditelusuri. Nah generasi milenial harus menonton film keren ini ya,” kata Ershad, seperti dirilis demakkab.go.id.

Dia menyatakan bangga, karena bisa berkesempatan berkolaborasi dengan seniman-seniman di Kabupaten Demak.

“Kami bangga dan bersyukur mendapat kesempatan berkolaborasi dengan seniman-seniman hebat dari kabupaten Demak dalam proses pembuatan film berdurasi 30 menit ini sebagai bentuk apresiasi seni budaya tanah air khususnya di segmen film pendek dan seni teater,” jelasnya.

“Kami sudah tidak sabar untuk menampilkan film pendek ini dan berharap menjadi hiburan seni yang menarik untuk ditonton dan nantinya juga bisa bersaing di ajang festival film Internasional.” ungkap Ershad.

Ershad berharap, semoga Film ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat, terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.

“Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya, Cinta Indonesia,” kata dia.

Sementara Kepala Desa Tedunan, Zaenal Afif, menyampaikan potensi desanya tak hanya tenun.

“Di desa kami ini ada beberapa hasil produk yang bisa diangkat. Tidak kalah menarik dan estetik. Ada hasil kuliner tambak, produk UMKM, dan beberapa produk lainnya,” kata Zaenal. (HS-08)

Duka Cianjur, Kemenag Imbau Umat Islam Shalat Gaib

Prakiraan Cuaca Semarang dan Sekitarnya, Jumat (25/11/2022)