HALO KENDAL – Kurangnya inovasi dalam memberikan sosialisasi dan edukasi terkait penurunan angka stunting, dinilai menjadi salah satu penyebab masih tingginya angka kasus stunting di Kabupaten Kendal. Banyak masyarakat masih kurang paham upaya yang harus dilakukan dalam penurunan kasus stunting.
Hal itu disampaikan Duta Stunting Kendal sekaligus Ketua TP PKK Kendal, Wynne Frederica, dalam acara Advokasi dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) tentang Promosi dan KIE Pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang digelar di Gedung Wanita Setda Kendal, Kamis (8/9/2022).
Pada kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP2PA) dalam rangka percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kendal itu, Wynne Frederica memberikan pemahaman tentang percepatan penurunan stunting. Ia menyentil masih tingginya angka stunting di Kendal, yakni sekitar 13 persen dari jumlah anak.
Menurut Chacha, sapaan akrabnya, kurangnya inovasi sosialisasi dan edukasi yang serius terkait penurunan stunting di Kabupaten Kendal, mengakibatkan banyak masyarakat yang kurang pemahamannya dalam penurunan stunting.
“Mungkin ini kesalahan kita dalam mensosialisasikan. Kita belum ada inovasi sosialisasi yang baru, terobosan baru atau ada kekurangan yang lain. Sehingga tidak tersampaikan kepada masyarakat dengan baik,” ujar istri Bupati Kendal, Dico M Ganinduto ini.
Sebagai instansi yang bertugas melaksanakan urusan pemerintahan di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak disebut memiliki peranan yang sangat penting dalam memberikan pengetahuan kepada para ibu dan keluarga terkait pola mengasuh anak.
“Perlu ada terobosan inovasi-inovasi dalam meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pola asuh. Jangan sampai anak menjadi stunting. Maka harus berinovasi, bekerja sama, kolaborasi, sinergitas semuanya,” tandasnya.
Chacha menambahkan, selain pemberdayaan ekonomi keluarga, pemberdayaan ketahanan pangan keluarga dan kesehatan lingkungan juga sangat mempengaruhi penurunan angka stunting di Kendal
“Untuk itu, saya minta kita sama-sama belajar dari program-program tahun yang lalu. Bisa inspirasinya dari Rembug Stunting. Sekali lagi kita harus mencari langkah terobosan inovasi agar bisa menurunkan angka stunting di Kabupaten Kendal,” imbuhnya.
Untuk itu, lanjut Chacha, perlu juga pemahanan tentang parenting atau pola asuh orang tua terhadap anak, meliputi memenuhi kebutuhan fisik yaitu makanan dan minuman, dan juga memenuhi kebutuhan psikologi yakni kasih sayang, rasa aman, serta bersosialisasi dengan masyarakat sekitar agar anak bisa hidup selaras dengan lingkungannya.
“Perlu diketahui, bahwa anak termasuk individu unik yang mempunyai eksistensi dan memiliki jiwa sendiri, serta mempunyai hak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, dalam rangka mencetak SDM yang handal untuk Kendal,” jelasnya.
“Masa kehidupan anak sebagian besar berada dalam lingkup keluarga, maka dari itu pola asuh orang tua terhadap anak sangat menentukan dan mempengaruhi kepribadian dan perilaku anak,” imbuh Chacha.
Acara dimoderatori Budi Suprawito dari DP2KBP2PA Kendal, dihadiri Perwakilan Dinas Kominfo Kendal, Ahmad Syahrul Falah, Sekretaris DP2KBP2PA Kendal, Dwi Siamintarsih, perwakilan OPD, Baznas Kendal, serta persatuan ahli gizi, ikatan bidan Indonesia (IBI), perwakilan dari Kecamatan, puskesmas, kader posyandu dan perwakilan masyarakat.
Sementara Ahmad Syahrul Falah dari Diskominfo menambahkan, dirinya memberikan masukan agar sosialisasi tentang stunting dilakukan juga kepada para remaja yang ada di Kendal.
“Selama ini kita kan memberikan sosialisasi kepada para ibu dan para calon ibu, jadi mungkin sudah seharusnya sosialisasi dan edukasi dimulai kepada para remaja dari SMA maupun SMK yang ada di Kabupaten Kendal,” ujarnya.
Syahrul juga menjelaskan, Diskominfo Kendal sudah siap untuk membantu sosialisasi dan edukasi terkait penurunan stunting ini. Baik melalui media sosial maupun media mainstream.
“Kita ada mitra dengan media cetak, baik koran, tabloid maupun majalah. Selain itu bisa di media elekronik, baik itu televisi, radio maupun media online. Selanjutnya, kita juga bisa memanfaatkan media iklan untuk mensosialisasikan penurunan stunting di Kabupaten Kendal ini,” paparnya. (HS-06)