HALO SEMARANG – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, diharapkan menjadi pilot project nasional, untuk penerapan standar pelayanan prima sekaligus pelopor implementasi Eco Office berbasis Ekoteologi.
Penetapan ini ditegaskan langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, dalam acara penandatanganan piagam dukungan, dalam kunjungannya ke Purbalingga, baru-baru ini.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, yang didampingi Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah Saiful Mujab, memberikan apresiasi atas inovasi yang telah lahir dari Purbalingga.
Menurutnya, standar pelayanan yang dibangun di Purbalingga harus menjadi cerminan wajah baru Kemenag di seluruh Indonesia.
“Inovasi di Purbalingga ini adalah langkah maju. Kita ingin standar pelayanan yang cepat, mudah, dan akuntabel ini menjadi standar yang diadopsi oleh seluruh satuan kerja di tanah air,” ujar Menag, seperti dirilis kemenag.go.id.
Menag menekankan bahwa konsep Eco Office bukanlah sekadar slogan, melainkan bentuk ibadah menjaga alam yang terintegrasi dengan pelayanan publik.
“Kemenag harus menjadi pelopor. Kantor yang bersih, rapi, dan ramah lingkungan adalah bagian dari cerminan spiritualitas kita dalam menjaga amanah Tuhan atas semesta. Pelayanan prima kepada masyarakat harus berbanding lurus dengan kepedulian kita terhadap kelestarian lingkungan kantor,” tambahnya.
Lebih lanjut, Menag berharap model ini dapat meruntuhkan stigma birokrasi yang kaku.
“Jangan lagi ada pelayanan yang berbelit-belit. Saya ingin apa yang kita lihat di Purbalingga hari ini menjadi laboratorium nyata. Birokrasi yang melayani adalah birokrasi yang memuliakan manusia dan menjaga lingkungan,” tegasnya.
Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, menilai dukungan Menag sebagai katalisator bagi ASN di Jawa Tengah.
Pihaknya berkomitmen untuk menjadikan model kerja di Purbalingga ini sebagai acuan utama dalam membangun budaya birokrasi yang tidak hanya bersih dari korupsi, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Langkah ini diambil sebagai upaya nyata Kementerian Agama dalam mengakselerasi transformasi birokrasi menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tahun 2027.
Dengan mengusung konsep Eco Office, Kemenag Purbalingga tidak hanya dituntut unggul dalam integritas layanan, tetapi juga wajib mempraktikkan manajemen kantor yang ramah lingkungan sebagai perwujudan visi Ekoteologi Menteri Agama. (HS-08)


