in

Anggota Timwas DPR Sebut Pelaksanaan Haji Tak Sesuai Paparan Menteri, Banyak Jemaah Terlantar

Jemaah sedang wukuf di Arafah. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Lalu Hadrian Irfani mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelaksanaan ibadah haji tahun ini, yang dinilai tidak berjalan sesuai dengan perencanaan dan paparan resmi pemerintah, khususnya Kementerian Agama.

Evaluasi ini disampaikan langsung saat dirinya meninjau kondisi pemondokan jemaah haji Indonesia di Mina, Makkah, Arab Saudi, belum lama ini.

“Pertama, tentu kami sangat menyayangkan. Manajemen pelaksanaan haji yang sebelumnya sudah disampaikan secara meyakinkan oleh Menteri Agama, ternyata tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan,” ujar Lalu Hadrian, seperti dirilis dpr.go.id.

Ia menjelaskan bahwa beberapa hari sebelum wukuf di Arafah, Timwas DPR mengikuti rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menteri Agama.

Dalam forum itu, pemerintah memaparkan kesiapan layanan haji secara rinci. Namun saat pelaksanaan, banyak jemaah terlantar karena keterlambatan bus dan tidak mendapatkan tenda di Arafah.

“Kami sebenarnya berharap ini menjadi pelaksanaan haji yang lebih baik, apalagi ini haji terakhir yang sepenuhnya ditangani oleh Kementerian Agama. Tapi kenyataannya justru sebaliknya,” kata legislator dari Fraksi PKB tersebut.

Lebih lanjut, Lalu Hadrian mengungkapkan bahwa masalah tidak hanya berasal dari sisi pemerintah Indonesia, namun juga dari kebijakan baru otoritas Arab Saudi.

Salah satu kendala yang diidentifikasi adalah implementasi sistem digital E-Hajj, yang menyebabkan kekacauan data jemaah, termasuk pemisahan data keluarga dan pendamping.

“Ini juga menjadi faktor penyebab ketidakteraturan, karena data yang tidak terintegrasi menyulitkan proses pelayanan di lapangan,” jelasnya.

Ia menambahkan, ke depan pelaksanaan haji harus dikelola oleh lembaga baru yang lebih profesional, transparan, dan memiliki kendali teknis yang kuat agar pelayanan terhadap jemaah menjadi lebih baik.

“Harapan kami, tahun-tahun berikutnya tidak ada lagi pengalaman pahit seperti ini. Haji harus menjadi ibadah yang khusyuk dan nyaman, bukan menyulitkan jemaah,” kata dia.

Masalah pengelolaan haji 2025 juga diungkapkan anggota Tim Pengawas Haji DPR RI, Muslim Ayub.

Menurut dia, kondisi di lapangan jauh dari ideal dan memprihatinkan

“Kita tidak ingin kejadian seperti ini terus berulang. Saya melihat langsung video ibu-ibu lansia terlantar di Arafah karena tidak ada tenda yang menampung mereka saat situasi sangat luar biasa. Ini sangat memprihatinkan,” kata Muslim Ayub.

Menurutnya, hingga malam hari pada 10 Zulhijah, masih banyak jemaah yang belum berhasil dipindahkan ke Mina, terutama dari sektor-sektor seperti sektor 903 dan sektor 98. Keterlambatan ini disebabkan oleh tidak tersedianya armada angkut sesuai kebutuhan.

“Kuota setiap kloter sudah ditetapkan, tapi kendaraan yang disiapkan tidak sesuai. Akibatnya, pengangkutan jemaah tidak berjalan lancar. Ini menunjukkan bahwa pelaksanaan haji tahun ini memiliki banyak kekurangan yang harus segera dievaluasi,” tegasnya.

Jemaah yang tidak berhasil dijemput bus harus menempuh perjalanan kaki dari Muzdalifah ke Mina dalam kondisi berdesakan dan kelelahan.

Sayangnya, sesampainya di Mina, mereka kembali menghadapi kendala karena tenda yang tersedia tidak cukup menampung seluruh jemaah. (HS-08)

MAN 1 dan Pemkot Surakarta Perluas Edukasi Kependudukan di SMA Sederajat

Pertamina Pastikan Pasokan Energi Aman dan Salurkan Ribuan Hewan Kurban Saat Iduladha 1446 H