in

Alun-Alun Semarang akan Diperbaiki Pemkot, Aktivitas PKL Sementara Ditutup

HALO SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang melarang aktivitas pedagang atau menutup sementara pusat kuliner di Alun-alun Masjid Agung Semarang (MAS). Terkait hal itu Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menyampaikan permintaan maaf jika ada pihak-pihak yang kurang berkenan.

Dia berjanji akan berkunjung ke kiai dan nadhir MAS untuk mohon izin sekaligus memaparkan rencana perbaikan kawasan cagar budaya tersebut.

‘’Nanti saya akan sowan ke Pak Kiai, ke nadhir, mohon izin untuk memperbaiki alun-alun dulu,’’ papar perempuan yang akrab disapa Mbak Ita, Kamis (26/4/2023).

Perbaikan akan dilakukan setelah dirinya melihat di beberapa bagian Alun-alun Masjid Agung Semarang banyak yang rusak. Sehingga Dinas Perdagangan Kota Semarang akan melakukan perbaikan dan pembenahan.

‘’Kan banyak keramik yang rusak. Kondisi rumput lapangan di atas juga sudah tinggi semua,’’ ujarnya.

Sebenarnya pada ramadan kemarin, lanjut dia, PKL sudah memanfaatkan alun-alun tersebut selama 30 hari penuh. Sekarang setelah lebaran tidak banyak aktivitas, sehingga wajar dinas perdagangan akan membenahi beberapa bagian yang rusak.

‘’Kalau diperbaiki ya wajar kan, kemarin Taman Indonesia Kaya juga diperbaiki. Jangan jadi polemiklah. Ini hanya untuk membenahi. Kemarin keramik sudah rusak, kita harus benahi,’’ imbuhnya.

Dia pun menjelaskan gazebo yang sebenarnya tidak boleh untuk berjualan juga dipakai untuk berjualan sehingga kotor. Momentum hari libur pada 1 Mei mendatang akan dimanfaatkan untuk membersihkan sekaligus memperbaiki kawasan alun-alun.

‘’Hanya saja, kalau pakai surat, kadang-kadang salah paham, saya memahami mungkin ada rasa kaget seperti apa, kemarin sudah saya sampaikan ke dinas perdagangan jangan pakai surat, sowan lah. Kalau surat itu kadang-kadang persepsi orang berbeda,’’ katanya.

Wali Kota Semarang menegaskan, bahwa sebagai heritage atau cagar budaya, Alun-alun Masjid Agung Semarang harus dijaga dan dipelihara. Kawasan itu seperti Kota Lama yang termasuk kawasan heritage.

‘’Ini harus dipahami semua pihak, sehingga misalnya tidak boleh memakai paku untuk buat lapak, dan harus dijaga kebersihannya. Alun-alun itu akan jadi obyek wisata, jadi harus dirawat,’’ jelasnya.

Mbak Ita menginginkan kawasan tersebut, termasuk Pasar Johar bisa hidup. Dirinya bahkan bercita-cita menjadikan Pasar Johar seperti Tanah Abang atau Thamrin City Jakarta sebagai pusat grosir pakaian.

Karena itulah, dia meminta semua pihak bisa memahami dengan kebijakan yang ditempuh pemerintah kota.

‘’Prinsipnya akan kita buat bagus. Mohon maaf kalau ada hal-hal yang kurang berkenan, intinya adalah alun-alun menjadi bagus dan bersih,’’ pungkas Mbak Ita.

Sebagaimana diberitakan, sebelumnya PKL dilarang berjualan di Alun-alun MAS. Pemberitahuan pelarangan dari surat yang dikirim ke Takmir MAS, yang berisi bahwa Dinas Perdagangan Kota Semarang berencana melakukan perbaikan Alun-alun MAS. (HS-06)

Lepas Seribu Pemudik Motor Naik Kapal Laut, Taj Yasin Ingatkan Jaga Keselamatan

Dideklarasikan PPP Sebagai Capres 2024, Ganjar: Terima Kasih, Kami Terhormat dan Tersanjung