in

Agar Mudik Tetap Aman, Sehat dan Tertib, Begini Imbauan Wakil Ketua DPRD Kota Semarang

HALO SEMARANG – Meski tahun ini sudah tidak ada pembatasan mudik saat momen Lebaran Idul Fitri dari pemerintah, namun tetap diimbau masyarakat agar waspada dan harus memprioritaskan untuk menjaga kesehatan, keamanan dan ketertiban lingkungan. Agar ritual tahunan mudik yang dilaksanakan masyarakat berjalan dengan lancar untuk pulang kampung dan bisa berkumpul dengan keluarga penuh dengan suka cita.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Mualim, Jumat (7/4/2023). Menurutnya, suasana mudik tahun ini patut disyukuri, khususnya Kota Semarang tidak ada pembatasan seperti dua tahun lalu karena Covid-19. Meski diperbolehkan mudik bersama Lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah, diimbau masyarakat tetap waspada dan tidak disambut dengan berlebihan atau euforia.

“Jangan sampai suasana mudik yang mulai normal kembali ini diabaikan karena terlalu disambut euforia. Mengabaikan keamanan dan prokes untuk kesehatan diri sendiri. Tapi tetap waspada dan mengutamakan keselamatan berkendara atau safety di jalan, keamanan dan menjaga kesehatan,” terangnya.

Bagi ASN (Aparatur Sipil Negara), lanjut Mualim, mudik Lebaran sudah akan dilakukan pada 19 April 2023 mendatang karena mulai libur cuti bersama dan libur Lebaran sampai 25 April 2023 setelah Hari Raya Idul Fitri.

“Sebelum meninggalkan rumah masing-masing penting pemudik benar-benar mengecek kondisi rumah agar aman saat ditinggalkan. Dicek dulu, kompor harus aman, lampu, dan mengamankan barang berharga lainnya. Jangan sampai terjadi hal -hal yang tidak diinginkan atau musibah saat ditinggal mudik,” imbuhnya.

Kesempatan yang diberikan dari pemerintah, pihaknya sebagai anggota dewan berharap dimanfaatkan untuk berkumpul dengan keluarga dan kerabat yang selama ini berjauhan.

“Agar suasana yang bahagia merekatkan kembali silaturahmi dan menjalin kerukunan keluarga. Kemudian, bagi para pemudik yang sampai di Semarang maupun yang ke kota lainnya dilancarkan sampai pulang kembali saat arus balik dengan menjaga diri dengan baik,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam juga mengimbau masyarakat yang akan mudik Lebaran atau pulang ke Semarang tetap memakai masker meski saat ini Covid-19 sudah melandai. Penerapan protokol kesehatan tetap harus diperhatikan agar tidak ada pandemi gelombang baru.

Pihaknya baru saja menemukan kasus Covid-19 dari luar kota yang masuk ke Semarang. Hal itu perlu menjadi perhatian agar pada momen Lebaran nanti tidak ada lonjakan kasus di Ibu Kota Jawa Tengah ini.

“Ketemu eyangnya atau yang mudik ketemu orang-orang tercinta di Semarang, kalau sedang flu tetap pakai masker. Barusan ada yang pulang dari luar kota. Memang lansia, usia rentan. Begitu diswab hasilnya positif. Kemudian menularkan ke cucunya. Dan baru divaksin satu kali. Maka, ini harus hati-hati,” ujar Hakam.

Saat ini, sebut Hakam, ada tiga kasus aktif Covid-19 di Kota Semarang. Dia berharap, tidak ada kenaikan kasus pasca Lebaran nanti.

Menurutnya, selama masyarakat tertib protokol kesehatan dan telah melakukan vaksinasi lengkap, dimungkinkan tidak ada lonjakan kasus. Selain itu, kelompok rentan juga harus terfasilitasi dengan baik.

Selama arus mudik Lebaran, Dinkes akan menyiapkan baik sumber daya manusia (SDM) maupun sarana prasarana (sarpras) berkaitan dengan kesehatan, misalnya ambulan. Sebanyak enam ambulan hebat dan delapan ambulan siaga yang akan dikerahkan untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2023. Selain itu, puskesmas juga mempunyai mobil puskesmas keliling yang siap memberi support. Jika vaksinasi dibutuhkan, pihaknya juga akan membuka layanan kepada masyarakat. (HS-06)

Premiere Hotel Tegal Gelar Amazing Prize untuk Tamu Berhadiah Sepeda Motor

Rivan A Purwantono: Jasa Raharja Ambil Peran Aktif dalam Penanganan Mudik Lebaran 2023