in

Waspada Investasi dan Pinjol Ilegal, BKSDM Kabupaten Tegal Gandeng OJK Gelar Edukasi Keuangan

Seminar Edukasi Keuangan Mengenal Pasar Modal dan Waspada Investasi Ilegal Bagi ASN, Pemerintah Kabupaten Tegal, di Gedung Dadali Kabupaten Tegal, baru-baru ini. (Foto : tegalkab.go.id)

 

HALO TEGAL – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajak para aparatur sipil negara (ASN), untuk berhati-hati dalam berinvestasi, dan jangan sampai terjebak dalam investasi ilegal.

Hal itu disampaikan Atina chalisa dari Kantor OJK Cabang Tegal, pada Seminar Edukasi Keuangan Mengenal Pasar Modal dan Waspada Investasi Ilegal Bagi ASN, Pemerintah Kabupaten Tegal, di Gedung Dadali Kabupaten Tegal, baru-baru ini.

Saat ini fenomena investasi ilegal muncul di mana-mana, dan tak sedikit yang menjadi korban.

Bahkan ada korban yang mengalami kerugian puluhan hingga ratusan miliar, akibat tertipu oleh iming-iming yang ditawarkan oleh pelaku.

“Peran OJK adalah 3M yakni mengatur, mengawasi dan melindungi masyarakat dalam berinvestasi, baik dalam bentuk saham, obligasi, dan reksadana, sehingga diharapkan para ASN di lingkungan Kabupaten Tegal dapat bijak dalam menggunakan gaji dan penghasilannya, serta tidak terjebak pada investasi illegal,” kata Atina, seperti dirilis tegalkab.go.id, Sabtu (18/3/2023).

Dia juga mengatakan, OJK sebagai lembaga independen, yang mempunyai fungsi dan tugas mengatur sektor jasa keuangan di Indonesia, juga mengingatkan para ASN untuk waspada tawaran pinjaman online (pinjol).

Modus pinjol illegal yang saat ini merebak, adalah dengan menawarkan pinjaman melalui SMS atau Whatasapp, dari nomor yang tidak dikenal.

Mereka juga kerap menggunakan nama menyerupai fintetch legal, untuk mengelabui korban dan menawarkan pinjaman cepat tanpa syarat.

Sementara itu Sekretaris BKPSDM Kabupaten Tegal, Yohanes Rafael Hongi Kaha, dalam sambutannya mengatakan bahwa seminar edukasi keuangan ini, untuk memberikan pemahaman kepada seluruh ASN Pemkab Kabupaten Tegal, terkait pasar modal dan investasi.

Adapun materi yang disampaikan, antara lain mengenai kebijakan tentang pasar modal dan investasi, mengenal jenis lembaga keuangan non bank, mewaspadai investasi ilegal, bijak dalam menggunakan uang, dan mampu mengelola keuangan keluarga dan organisasi.

“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini, sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman bersama terkait pasar modal dan investasi bagi ASN di lingkungan Kabupaten Tegal,” ujar Rafarel.

Seminar edukasi keuangan diikuti oleh peserta dari Organisasi Perangkat Daerah, UPT Puskesmas dan KWK Dikbud Pemkab Tegal serta disiarkan secara live streamin bagi seluruh PNS dan PPPK  Pemkab Tegal. (HS-08)

Patahan Weleri Berisiko Rendah, Warga Batang Tetap Waspada

Ribuan Warga Saksikan Pergelaran Wayang Golek Sosialisasi Pencegahan DBD