in

Ribuan Warga Saksikan Pergelaran Wayang Golek Sosialisasi Pencegahan DBD

Bupati Tegal, Umi Azizah memberikan sambutan dalam pembukaan pergelaran wayang golek, dalam rangka Sosialisasi Pencegahan Dengue dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, di lapangan Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal baru-baru ini. (Foto : tegalkab.go.id)

 

HALO TEGAL – Ribuan warga menyaksikan pergelaran wayang golek, dalam rangka Sosialisasi Pencegahan Dengue dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, di lapangan Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal baru-baru ini.

Pertunjukan kesenian tradisional yang diselenggarakan Kementerian Kominfo RI, bekerja sama dengan Pemkab Tegal itu, menghadirkan dalang Ki Haryo Susilo Enthus, menghadirkan pula bintang tamu pesinetron Tukang Ojek Pengkolan, Jono serta Bagong dan Gareng.

Pergelaran ini juga merupakan upaya untuk menghibur masyarakat, sekaligus mengingatkan masyarakat, bahwa Indonesia memiliki kesenian tradisional yang perlu dilestarikan.

Bupati Tegal, Umi Azizah berharap, melalui pergelaran seni tradisional ini akan menumbuhkan kesepahaman dan kesadaran seluruh masyarakat, terhadap betapa pentingnya perilaku hidup sehat.

Warga yang sakit, menurut dia setiap tahun terus bertambah. Umi Azizah juga mengungkapkan keprihatinan, bahwa para penderita itu banyak yang mengalami penyakit degenaratif, yaitu penyakit yang disebabkan karena pola hidup.

“Harapan kita, melalui sosialisasi yang disampaikan oleh Ki Haryo nanti panjenengan dengarkan dan yang lebih penting lagi praktikkan,” kata Umi Azizah, seperti dirilis tegalkab.go.id.

Dia juga mengingatkan, jumlah kasus demam berdarah dengue atau DBD, juga cenderung meningkat pada musim hujan.

Data Kementerian Kesehatan tahun 2022, jumlah kasus DBD mencapai 131.265 dengan angkat kematian 1.135.

Dari data tersebut, 40 persen dari jumlah kasus dan 73 persen dari jumlah kematian, terjadi pada anak-anak usia 0 – 14 tahun.

Kabupaten Tegal merupakan salah satu daerah endemis dengan kasus infeksi virus dengue masih tinggi.

Pada Januari hingga Mei tahun 2022, Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal mencatat ada 714 kasus DBD.

Dirjen IKP Kementerian Kominfo RI, Usman Kansong, menyampaikan bahwa kasus DBD terjadi karena perilaku masyarakat yang kurang memperhatikan kebersihan lingkungan.

Selain itu, untuk mencegah merebaknya wabah DBD yaitu dengan melakukan 3M sebagai upaya memberantas sarang nyamuk.

“Melalui pagelaran wayang kulit di Kabupaten Tegal ini, diharapkan pesan-pesan yang bersifat mendidik, memberdayakan dan mencerahkan dapat disampaikan kepada masyarakat dengan cara yang santai dan menyenangkan. Dengan demikian, dapat lebih mudah diterima khususnya kepada para warga Kabupaten Tegal,” kata Usman.

Bagi masyarakat yang tidak dapat hadir, mereka dapat menyaksikan pertunjukan tersebut melalui  kanal Youtube Ditjen IKP Kominfo.

Kepala Desa Tuwel Saiful Muslimin mengatakan masyarakatnya antusias menonton wayang golek malam itu, di samping mendapat hiburan, sekaligus edukasi pencegahan DBD.

Menurut dia, warga juga makin senang, karena puluhan dari mereka mendapat doorprice berupa kupon belanja, serta hadiah menarik lainnya. (HS-08)

Waspada Investasi dan Pinjol Ilegal, BKSDM Kabupaten Tegal Gandeng OJK Gelar Edukasi Keuangan

Kemenag Bantu Rp 1 Miliar untuk Sarana dan Prasarana STAI Al-Anwar Sarang