HALO REMBANG – Kawasan Pasar Rembang yang semula semrawut, kini mulai tertib, setelah upaya penataan dilakukan setahap demi setaham oleh Pemkab Rembang, bersama aparat TNI dan Polri.
Penertiban pedagang dan parkir pengunjung Pasar Rembang tersebut dilakukan secara persuasif, mulai dari musyawarah dengan paguyuban pedagang hingga sosialisasi di lapangan berkali-kali.
Seperti dirilis rembangkab.go.id, penertiban dilakukan di area luar pasar terlebih dahulu, baru-baru ini oleh petugas dari Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, Dinas Perhubungan, Satpol PP, TNI dan Polri.
Para petugas gabungan tersebut, berkeliling memantau ketertiban pedagang, sembari memberikan imbauan untuk tertib.
Sepeda motor juga sudah menempati lahan parkir di utara, meskipun masih ada kendala, salah satunya ada lapak semi permanen, yang menempati area parkir utara jalan.
Namun pembongkaran lapak konter pulsa milik warga Desa Sawahan itu tinggal menunggu waktu.
Pemilik konter, Siti Budi Rahayu pun sudah mendukung penertiban, agar pasar lebih nyaman dan jalan di utara pasar tidak macet.
Dia mengaku akan diberikan lokasi lain, yakni lebih ke timur, menempel di pagar pasar, tak jauh dari posisi lapak yang akan dibongkar.
“Saya sudah memaklumi kalau ada penertiban seperti ini. Nggak jauh juga pindahnya, sudah dibilangi kepala Dindagkop, kepala Dinhub. Alhamdulillah hati jadi tenang,” kata dia.
Sementara itu, Kabid Pasar Dindagkop UKM Rembang, Herry Martono mengungkapkan pihaknya akan selalu memantau lapak pedagang dan tempat parkir.
Jika meluber sampai ke jalan, maka akan selalu dilakukan penertiban. Sebab menjadi salah satu faktor terhambatnya lalu lintas masyarakat, selain becak yang mangkal sembarangan dan truk bongkar muat.
“Ini sudah tertib parkirnya di utara jalan, tapi ini ada yang 2 baris jadi masih mempersempit ruas jalan. Ya karena masih ada lapak di atas selokan ini, nanti ke depannya ini dibongkar dan dijadikan tempat parkir,” kiata dia.
Lebih lanjut, Herry menyebutkan ada sedikitnya 500 pedagang yang berada di luar pagar.
Jika lapak mereka terpaksa harus dibongkar, maka Dindagkop UKM Rembang harus mencari solusi tempat untuk pedagang pindah.
Hanya saja, jika dipindah ke dalam pasar, tentu tidak akan mampu menampung para pedagang tersebut. Sebab, kondisi pasar induk Rembang saat ini sudah dalam kondisi overload.
“Kalau kita tertibkan semua, kita juga harus mencari solusi. Memang untuk tempat penggantinya itu, mengingat pasar ini sudah overload. Kita harus kasih solusi,” terangnya.
Herry melanjutkan, dirinya telah menyiapkan opsi terkait pemindahan para pedagang tersebut, yaitu dengan memanfaatkan lahan bekas parkir karyawan Djarum, untuk dijadikan beberapa los pedagang.
“Kalau misalkan Djarum bisa memindahkan itu (parkir kendaraan karyawan), nanti kita tarik berapa meter. Kemudian kita bagi losnya itu, misalkan dapat 1,5 meter dikali berapa pedagang. Itu opsionalnya untuk pedagang yang diemperan,” jelasnya. (HS-08)