HALO SRAGEN – Relokasi Pedagang Pasar Nglangon dan Pasar Joko ke Pasar Sukowati di Kabupaten Sragen, Sabtu (11/3/2023) disambut antusias oleh para pedagang serta masyarakat.
Pasalnya, Pemkab Sragen tak sekadar melakukan relokasi, melainkan juga mempromosikan lokasi baru itu, dengan menggelar kesenian tradisional wayang kulit dan campur sari, di Pasar Sukowati, Jumat (10/3/2023) malam.
Sekitar 2.000 warga Kelurahan Karang Tengah, serta pedagang Pasar Nglangon dan Pasar Joko Tingkir pun, datang memenuhi area pertunjukan.
Panitia pun menyiapkan hidangan soto beserta lauk pauk serta teh hangat, yang disediakan khusus bagi warga, yang ingin menghabiskan malam di Pasar Sukowati.
Pentas seni wayang kulit dan campur sari ini, merupakan kolaborasi dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Sragen, yaitu Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen.
Kedua OPD tersebut menghadirkan campur sari Honocoroko dari Sragen dan hiburan utama Wayang Kampung Sebelah dari Solo, dengan dalang Ki Jlitheng Suparman.
Pelaksanaan boyongan pedagang pasar dilaksanakan Sabtu pagi dengan melakukan prosesi ritual upacara adat jawa. Upacara diawali dengan kirab berjalan kaki sejauh 1,5 km yang diikuti oleh parogo upacara adat dari Paguyuban pedagang Pasar Nglangon dan Paguyuban pedagang Pasar Joko Tingkir
Kepala Diskumindak Kabupaten Sragen, Cosmas Edwi Yunanto, mengatakan dengan dilaksanakannya boyongan pedagang Pasar Nglangon dan Pasar Joko Tingkir ke Pasar Sukowati, Sabtu Legi (11/3/2023), sebagai penanda bahwa pasar tersebut telah dibuka untuk umum dan sudah bisa melayani transaksi jual beli.
“Acara boyongan pedagang Pasar Sukowati merupakan sarana media promosi kepada masyarakat bahwa dengan boyongan tersebut sebagai tanda telah dibukanya Pasar Sukowati untuk umum dan sudah bisa digunakan untuk berjualan,” katanya.
Menurutnya proses pengundian penempatan pedagang awalnya sempat memunculkan permasalahan, namun akhirnya dapat berjalan dengan baik, berkat komunikasi serta semangat gotong royong para pedagang.
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengapresiasi semangat warga Kelurahan Karang Tengah dan para pedagang, yang hadir menyaksikan hiburan Pentas Seni Wayang Kampung Sebelah.
Ia meminta kepada warga masyarakat dan para pedagang, agar memohon doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, supaya diberikan keselamatan dan kelimpahan rezeki yang berkah.
“Malam ini sebagai bentuk rasa syukur kita atas terwujudnya Pasar Sukowati bagi masyarakat Kabupaten Sragen. Kami berikan hiburan yang segar yang dapat dinikmati oleh warga masyarakat sekitar. Yang mau nyanyi ada Campur Sari kami silahkan dan ada Wayang Kampung sebelah,”ungkapnya.
Ia menjelaskan rencana pembangunan Pasar Joko Tingkir, ke depan akan digunakan sebagai area ruang terbuka hijau dengan dibuatkan sebuah taman yang cantik yang berguna untuk paru-paru kota.
Hal tersebut akan mengubah image negatif yang selama ini melekat, menjadi pandangan yang positif.
“Saya titip pesan maju mundurnya pasar ini, menjadi tanggung jawab bersama. Untuk itu mari kita jaga bersama-sama. Jika dulunya digunakan hal-hal yang tidak baik karena saat itu masyarakat hanya pasif dan tidak ada yang berani mengingatkan. Jika nanti masih ada yang berniat melakukan hal-hal yang tidak baik saya minta untuk diingatkan dan melaporkannya.”jelas Bupati Yuni.
Wayang Kampung Sebelah merupakan sebuah hiburan yang dikemas seperti sajian wayang kulit pada umumnya, namun menampilkan pula karakter-karakter berbentuk manusia modern, yang mencerminkan para tokoh dalam kehidupan sehari-hari.
Pementasan kesenian ini pun, dikemas secara kocak oleh dalang Ki Jlitheng Suparman. (HS-08)