HALO SEMARANG – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Jateng, Zaenuddin Maliki mengakui partainya harus mendekati Generasi Z yang pada Pemilu 2024 memiliki 58 persen suara.
Pihaknya siap mengarahkan mereka untuk tidak alergi politik. PAN juga bertekad mengembalikan wakil dari Jateng yang gagal menembus DPR RI pada Pemilu 2019.
Menurut Prof Zaenuddin, sapaan akrabnya, manusia yang terdidik dan bermental kuat akan memahami konsekuensi dan tanggung jawab.
Anggota DPR RI Komisi IX yang membidangi Pendidikan, Olahraga, dan Sejarah ini menambahkan langkah untuk menarik minat Generasi Z ke politik adalah dengan membuat forum komunikasi tentang usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Dari UMKM inilah diharapkan bisa membuka lapangan kerja bagi Generasi Z. Sebab, lapangan kerjalah yang sangat dibutuhan Generasi Z.
’’Market place digital dan pengetahuan komunikasi digital dapat membuka lapangan kerja bagi kawula muda. Selain itu, memenuhi kebutuhan utama mereka, yakni media sosial (medsos),’’ kata Guru Besar Ilmu Sosial Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) ini.
PAN punya dua kader muda andalan untuk menarik suara dari Generasi Z, yaitu Tom Liwafa, youtuber dan crazy rich dari Jatim, serta artis Verrell Bramasta.
Parpol bernomor 12 ini juga memanfaatkan peran artis Desy Ratnasari dan Eko Patrio untuk menggaet suara dari Generasi Z.
Prof Zaenuddin yakin suara PAN ke depan bakal naik terutama kursi di Senayan. PAN saat ini memiliki 44 kursi di DPR RI, dan pada Pemilu 2024 ditargetkan naik menjadi 64 kursi.
’’Untuk keterwakilan di DPRD Jateng, kami punya tujuh kursi. Ke depan jumlah kursi di DPRD Jateng juga diharapkan mengalami kenaikan,’’ tuturnya.
PAN ingin bisa menghasilkan delapan kursi DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Jateng. Delapan kursi terwakili pada Pemilu 2014.
’’Kegagalan pada 2019 membuat kami mawas diri dan melakukan konsolidasi ke dalam. Kami ingin PAN menjadi lebih inklusif dan tetap mempertahankan prinsip sebagai partai politik yang agamis dan nasionalis,’’ ujarnya.
Dia menjelaskan pemilih tradisional PAN masih dari kalangan Muhammadiyah.(HS)