HALO DEMAK – Pemerintah Kabupaten Demak, saat ini telah menggunakan aplikasi e-Mentas, sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berkualitas.
Dengan aplikasi ini, progres tindak lanjut hasil pengawasan dapat lebih mudah untuk dipantau.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Demak, Ali Makhsun, di gedung Grhadika Bina Praja, Kamis, (23/2/23), ketika menerima rombongan Pemerintah Kota Metro, Provinsi Lampung, yang mempelajari kiat-kiat Demak dalam melaksanakan pengawasan internal.
Pemkot Metro yang dipimpin Wakil Wali Kota Metro, Qomaru Zaman, juga mempelajari upaya Inspektorat Kabupaten Demak, dalam menangani kerugian daerah.
Lebih lanjut Wakil Bupati Demak, Ali Makhsun, mengatakan aplikasi e-mentas ini merupakan inovasi yang bisa memangkas waktu dan meminimalisasi tindak kecurangan.
“Melalui e-mentas ini objek pengawasan dimudahkan dalam melakukan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Progress nya bisa dilihat di sini. Apakah sudah ditindaklanjuti atau belum,” kata dia, seperti dirilis demakkab.go.id.
Wakil Bupati Demak Ali Makhsun, dalam sambutannya menyampaikan, secara administratif, Kabupaten Demak terdiri atas 14 kecamatan dan 249 desa atau kelurahan dengan jumlah warga mencapai lebih dari 1,2 juta jiwa.
“Perekonomian Demak disokong tiga lapangan usaha terbesar, yakni industri pengolahan, pertanian perikanan dan perdagangan. Kami juga punya potensi pariwisata, yang masih sangat memungkinkan untuk digali dan dikembangkan,” kata Ali.
Pemerintah Kabupaten Demak, menurut dia juga tengah fokus menjadikan kabupaten ini lebih bermartabat, maju dan sejahtera.
Untuk itu Pemkab juga selalu berupaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik.
“Secara konsisten, kami selalu memperhatikan kedelapan area intervensi dalam kegiatan koordinasi, supervisi dan pencegahan (korsupgah). Ini dilakukan sebagai upaya pencegahan korupsi dan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” ungkap Wabup.
Adapun hasilnya, menurut dia, dalam lima tahun berturut turut, Pemkab Demak memperoleh opini wajar tanpa pengecualian (WTP).
“Tak hanya itu saja, capaian MCP Kabupaten Demak Tahun 2022 sebesar 97% dengan posisi sementara nomor 2 Jawa Tengah dan 6 Nasional,” tambah Wabup.
Sementara Wakil Wali Kota Metro, Qomaru Zaman menyampaikan, di Kota Metro terdapat 5 kecamatan, 22 kelurahan, dan 173.529 penduduk.
“Terkait situasi kota Metro, Insya Allah sampai saat ini aman nyaman dan tentram, karena IPM (Indeks Pembangunan Manusia-Red) nya tertinggi di Provinsi Lampung,” kata Qomaru.
Qomaru Zaman juga menyampaikan Kota Metro sudah meraih 12 kali Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
“Kalau di Demak tadi WTP sudah 5 kali begitu ya pak Wakil Bupati, kalau kami di Kota Metro sudah 12 kali. Kenapa demikian, kebetulan mantan-mantan Wali Kota memang berkomitmen untuk membangun peradapan dan kehormatan Kota itu menjadi lebih baik lagi,” kata dia.
Kota Metro juga berkeinginan keras membangun peradapan dan kehormatan dengan sebaik-baiknya.
“Walaupun dari sisi anggaran Metro itu tidak apa-apanya dibanding Demak, hanya Rp 942 miliar, sementara Demak Rp 2,3 triliun,” kata Wakil Wali Kota Metro.
Maka dari itu, menurut dia, kehadiran rombongan Pemkot Metro ke Pemkab Demak, adalah agar Pemkot Metro, termasuk jajaran inspektorat dapat melihat kelebihan kabupaten dan kota lain. (HS-08)