HALO SEMARANG – Perumahan Dinar Indah blok 7 RT 6 RW 26 sering terendam banjir akibat intensitas hujan deras yang membuat tanggul dan meluapnya Sungai Babon. Sejumlah warga yang bertempat tinggal di sana dikabarkan akan direlokasi ke rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) untuk mengantisipasi kerugian yang lebih banyak.
Rencananya pembangunan rumah susun itu sudah diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan masih akan digarap lebih lanjut oleh Pemkot Semarang. Meski demikian warga menolak untuk direlokasi
Salah satu warga, Yuni (54) mengaku kurang menerima jika dipindah ke rusunawa. Hal itu karena tempat relokasi itu tidak sebanding dengan rumahnya.
“Secara materi tidak sebanding. Ini kan kami beli pakai uang dan apabila diganti dengan rumah susun itu tidak sama,” ujarnya di lokasi kejadian, Senin (20/2/2023).
Warga lainnya, Sulastri (51) juga menolak karena jika tinggal di komplek bertingkat dirinya tidak kuat untuk menaiki anak tangga.
“Kalau naik tangga kaki saya sudah tidak kuat. Jadi saya jujur menolak rumah susun,” sambungnya.
Sejumlah warga Perumahan Dinar Indah Semarang rencananya akan menggelar aksi penolakan tersebut di rumah atau tanah milik pengembang yang masih ada di dekat perumahan.
Berbagai banner penolakan pun sudah disiapkan dan akan dipasang. Ketua RW 26 Catur juga menyebut para warga memang menolak untuk dipindah. Dirinya pun memberi saran kepada pihak terkait untuk melakukan pelurusan sungai.
“Pada nggak mau karena terbiasa di lingkungan seperti ini. Kami sedang mendesak developer juga Pemkot agar dalam waktu dekat ini yang bisa dilakukan adalah meluruskan sungai,” imbuhnya. (HS-06)