in

Gempa Papua Berlanjut, Guncangan Magnitudo 4.0 Terjadi Lagi

 

HALO SEMARANG – Pada saat berbagai pihak masih bahu membahu membantu korban bencana gempa Papua, Jumat (10/2/2023) guncangan kembali terjadi dengan magnitudo 4,0, pagi tadi.

Menurut laporan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), guncangan gempa Papua tersebut, berada di episentrum 7 kilometer, dengan koordinat 2.52 Lintang Selatan dan 140.68 Bujur Timur.

Getaran gempa Papua yang dirasakan dalam skala (MMI) juga terasa hingga ke wilayah lain, yakni III MMI di Kota Jayapura, getaran dirasakan seakan-akan truk berlalu.

Selain guncangan tersebut, gempa-gempa susulan juga masih terjadi, walaupun dalam kekuatan yang makin berkurang.

Pada 10:47:18 WIB, BMKG melaporkan telah terjadi gempa berkekuatan magnitudo 2,8, dengan kedalaman 10 kilometer, di laut 16 kilometer barat laut Kota Jayapura.

Selain itu juga terjadi gempa susulan, bermagnitudo 2,8, dengan lokasi di darat 10 kilometer barat daya Kota Jayapura.

BMKG memberikan peringatan kepada masyarakat yang menetap atau berada di wilayah tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan terkait adanya potensi terjadinya gempa susulan.

“Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi,” jelas pemberitahuan resmi BMKG, Jumat (10/2/23).

Dikutip dari laman bnpb.go.id, jumlah pengungsi pasca-gempa bumi M 5.4 Kota Jayapura, bertambah menjadi 2.136 jiwa.

Menurut perkembangan data yang dirangkum Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada hari ini, Jumat (10/2/2022), lokasi pengungsian tersebut tersebar di 15 titik.

Adapun rinciannya 50 keluarga mengungsi di Kompleks CV Thomas, 50 keluarga di Bank BTN Kota Jayapura, 200 jiwa di Kristus Raja Dok V, 400 jiwa di Bhayangkara I dan 300 jiwa di B-One.

Selanjutnya ada 110 jiwa di depan kantor Depnaker, 125 jiwa di TPI Hamadi, 65 jiwa di lingkungan Bhayangkari Baru, 100 jiwa di Kantor Lurah Hamadi, 50 jiwa di sanak keluarga, 40 jiwa di kantor United Traktor.

Kemudian 260 jiwa di DOK IV jalan Sumatera, 73 jiwa di RT 01 Tasangka, 254 jiwa di Gajah Putih dan 159 di Polairud Hamadi.

Sementara data kerugian material juga bertambah. Adapun rinciannya 15 rumah rusak berat, 1 rumah rusak sedang dan 28 rumah rusak ringan. Selain itu 1 cafetaria roboh dan tenggelam, 5 gedung perkantoran rusak, RSUD Kota Jayapura rusak, 1 masjid, 2 gereja, 1 hotel dan 1 supermarket turut terdampak.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura dan BPBD Provinsi Papua bersama unsur forkopimda terus melakukan pendataan, monitoring dan memberikan dukungan dasar penanganan darurat bagi para penyintas.

Saat ini pihak Pemerintah Kota Jayapura juga tengah memproses status tanggap darurat.

Saat ini beberapa hal yang menjadi kebutuhan mendesak meliputi genset listrik, tenda, kasur lipat, makanan siap saji, selimut, tikar dan air mineral. (HS-08)

Tim DVI Berhasil Identifikasi 4 Korban Meninggal Akibat Gempa Papua

Bantu Pengungsi Gempa Papua, Brimob Pasang 10 Tenda Peleton