HALO KENDAL – Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, memberikan apresiasi adanya program jemput bola sweet seventeen yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kendal.
Hal tersebut ia sampaikan usai memimpin apel bersama di awal bulan Februari 2023, di Alun-alun Kendal, Senin (6/2/2023).
“Disdukcapil kerjanya sekarang sudah banyak trobosan, banyak inovasi program-program, ini ada sweet seventeen juga, ada program jemput bola,” ujarnya.
Selain itu, menurut Bupati, Dispendukcapil juga menonaktifkan warga masyarakat yang sudah meninggal dengan menerbitkan akte kematian dalam rangka validasi data penduduk. Dan bersama KPU dan instansi terkait terus melakukan ceklist data hingga tersusun data pemilih tetap yang akurat.
Bupati Kendal juga mengungkapkan, seiring dengan perkembangan teknologi, bidang kependudukan telah meluncurkan Digital.id atau Identitas Kependudukan Digital (IKD) dalam rangka pengamanan data pribadi.
“Ini merupakan informasi elektronik yang digunakan untuk merepresentasikan dokumen kependudukan dan data balikan dalam aplikasi digital melalui gawai yang menampilkan data pribadi sebagai identitas yang bersangkutan,” terangnya.
Dico mengungkapkan, sebenarnya rencana-rencana program Disdukcapil sudah banyak yang disampaikan kepadanya. Namun menurutnya, memang sebagian inovasinya ada sarpras yang meski dilengkapi juga, seperti kendaraan dan sebagainya.
“Jadi prinsipnya kita kejar bola, seluruh kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan di Disdukcapil, karena menjadi prioritas, jadi hak daripada masyarakat, itu harus kita lengkapi semua,” ungkap Bupati Kendal.
Dico juga menyebut, sempat ada masalah terkait blangko, meski itu bukan menjadi kewenangan pemerintah daerah, tapi pemerintah pusat. Ia pun mengaku sudah menyampaikan laporan hal tersebut kepada pihak terkait. Sehingga tidak terjadi masalah di Kendal.
“Tapi sampai hari ini, alhamdulillah, capaian-capaian di capil, terkait dengan inovasi dan pelayanan kepada masyarakat, terus kita kembangkan. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik lagi,” jelas Bupati.
Sedangkan terkait Disdukcapil Go Digital, menurut Bupati sesuai tema di tahun 2023, yaitu “Kendal Kompetitif”. Dimana pihaknya mempersiapkan kualitas sumber daya manusia (SDM), masyarakat dan jajaran pemerintahan, untuk menghadapi 2024, yaitu tema “Kendal Smart City”.
“Jadi segala pelayanan-pelayanan, kita harus bisa memanfaatkan teknologi, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Yang lebih penting, dalam menghadapi jaman seperti ini, adalah infrastruktur teknologi,” tandas Dico.
“Nah jangan sampai, dengan infrastruktur teknologi ini kita nggak melek teknologi. Dan jika kita sudah mempersiapkan itu semua, ketika sudah banyak perkembangan di dunia atau global, maka kita di Kendal itu bisa bersaing dengan daerah-daerah lain terhadap perubahan jaman,” pesannya.
Untuk itu, lanjut Dico, dirinya berharap semua pelayanan kepada masyarakat di Kendal harus sudah berbasis teknologi digital.
“Tapi bukan hanya sekedar gimmik, tapi bagaimana pelayanan ini benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat. Dan itu harus dengan semi-semi sedikit memaksa masyarakat, untuk bisa mengkakses pelayanan secara digital,” imbuh Bupati.
Sementara itu Kepala Disdukcapil Kendal, Ratna Mustika Ningsih mengatakan, program sweet seventeen upaya jemput bola untuk mempercepat pendataan kependudukan.
“Khususnya bagi anak yang telah tumbuh dewasa. Jadi data mereka sudah dikirim dari pusat, kemudian siapa yang berulang tahun hadiahnya KTP Elektronik,” ujarnya.
Ningsih memaparkan, dengan memiliki KTP elektronik tepat waktu, penduduk yang memiliki KTP pemula bisa mengikuti pemilu/demokrasi, memproses SIM dan perbankan, serta hak-hak lainnya sebagai konsekuensi sudah memasuki usia dewasa.
“Dengan KTP mereka memiliki hak dan kewajiban penuh sebagai warga negara. Karena ini adalah upaya percepatan perekaman E-KTP dengan sasaran anak-anak muda yang sudah berumur 17 tahun,” imbuhnya. (HS-06).