in

Antisipasi Kejadian, Lurah dan Linmas di Kendal Diberi Mitigasi Penanganan Bencana

HALO KENDAL – Untuk memastikan pemerintah daerah hadir di tengah kejadian bencana, Pemkab Kendal menggelar kegiatan mitigasi dan penanganan bencana bersama Lurah se-Kecamatan Kendal dan Linmas Kelurahan, di Aula Kecamatan Kendal, Rabu (25/1/2023).

Dalam kegiatan, ditekankan kepada peserta untuk memberikan prioritas bantuan makanan kepada masyarakat yang lerdampak banjir yang mendirikan dapur umum, identifikasi dan distribusi logistik yang sesuai kebutuhan.

Selain itu, Puskesmas melaksanakan layanan kesehatan 24 jam selama masa darurat bencana dan melaksanakan pemantauan kesehatan masyarakat di lokasi terdampak.

Selanjutnya, segera melaporkan kepada Bupati Kendal untuk mendapatkan arahan sehingga dapat segera diambil langkah-langkah strategis penanganan bencana.

Sedangkan, untuk penanganan banjir jangka panjang, masing-masing pemangku wilayah dan pemangku kebijakan khususnya Camat Kendal harus bisa mengidentifikasi potensi penyebab terjadinya bencana dan mencari solusi alternatif penanganan bencana.

Kepada pihak terkait, terutama BPBD, diminta supaya selalu berkoordinasi secara intensif dengan pemangku kepentingan di luar Pemerintah Kabupaten Kendal sesuai dengan kewenangannya, baik provinsi maupun pusat, terkait dengan pendataan infrastruktur, mitigasi, dan penanggulangan bencana.

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto dalam sambutannya mengatakan, mitigasi adalah upaya yang bertujuan untuk menurunkan risiko dan dampak dari bencana yang memiliki tiga kelompok kategori. Yaitu bencana alam, bencana nonalam, dan bencana sosial.

Dirinya menyebut, Kecamatan Kendal menjadi perhatian pemkab, terutama saat masuk musim hujan. Namun secara keseluruhan, Kendal yang berada di wilayah pantura, rentan terjadinya bencana alam.

“Kabupaten Kendal termasuk daerah di wilayah pantura Jawa Tengah yang rentan berpotensi bencana alam. Khususnya banjir, baik dari rob, luapan sungai-sungai besar maupun banjir bandang,” bebernya.

Bupati juga menekankan kepada seluruh OPD, stakeholder dan semua pihak, khususnya Forkompimcam Kendal untuk memperhatikan dua hal penting. Yaitu penanganan jangka pendek dan jangka panjang.

“Cuaca ekstrim menurut hasil dari BMKG akan berlangsung sampai Februari, maka dari itu saya minta untuk semua dan camat Kendal khususnya memperhatikan penanganan banjir jangka pendek serta penanganan banjir jangka panjang,” tandas Dico.

Sedangkan terkait antisipasi cuaca ekstrim di wilayah Jawa Tengah khususnya di Kendal, Bupati mengimbau kepada masyarakat, supaya tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada bulan Januari ini.

“Cuaca saat ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi. Yaitu berupa banjir, banjir bandang, rob, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung. Terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana,” pungkas Dico. (HS-06)

Favorit Juara Baru Kelas Berat UFC

Sepeda Kesayangan Ganjar Dilelang, Laku Rp 1,1 M untuk Dukung Atlet SOIna Berlaga di Jerman