HALO TEMANGGUNG – Bupati Temanggung, HM Al Khadziq menilai saat ini anak-anak perlu lebih banyak diajak untuk bergerak, termasuk dengan melakukan kegiatan seni lokal seperti jaran kepang.
Hal itu disampaikan Bupati Temanggung, HM Al Khadziq, ketika menghadiri kegiatan Gelar Karya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), SMP Negeri 6 Temanggung.
Kegiatan dengan mengangkat topik kearifan lokal bertemakan Seni, Budaya dan Kuliner Daerahku itu, digelar di lapangan sekolah itu, Sabtu (14/01/2023).
Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Agus Sudjarwo, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Saltiyono Atmadji, Kepala SMPN 6 beserta jajarannya dan tamu undangan juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Menurut Bupati, anak-anak zaman sekarang memang lebih akrab dengan teknologi. Mereka tidak terlepas dari gadget, sehingga ketergantungan ini membuat anak-anak lebih jarang bergerak.
Maka dari itu, menurut dia, penguatan profil pelajar Pancasila dengan muatan tradisional jaran kepang, seperti dilaksanakan SMPN 6 Temanggung, merupakan kegiatan yang sangat positif. Kegiatan seperti ini bisa menjadi alternatif kegiatan remaja.
“Dengan penguatan seni tradisional, saya berharap anak-anak bisa lebih belajar berkesenian dan tampil dalam nuansa kesenian tradisional, karena kebetulan Temanggung ini sangat kuat dengan kesenian jarang kepang, hampir tiap desa mempunyai kesenian tersebut,” kata Bupati, seperti dirilis temanggungkab.go.id.
Lebih lanjut dikatakan, lembaga pendidikan sudah sepatutnya berpartisipasi dalam memperkuat karakter siswa-siswinya, salah satunya dengan kesenian dan kebudayaan. Hal itu agar anak didik bisa mengurangi kecanduan terhadap gadget.
“Pemkab Temanggung sudah mulai merintis kegiatan jarang kepang di SD dan SMP, yang dilakukan dengan berbagai perlombaan dan juga dengan ektrakurikuler tradisional. Harapan ke depan memiliki muatan lokal yang bernuansa kebudayaan lokal khas Kabupaten Temanggung, sehingga siswa-siswi memahami betul sebagai warga Temanggung mempunyai ciri khas kebudayaan tertentu,” imbuhnya.
Bupati juga berharap, selain kesenian, sekolah-sekolah mulai mengadopsi kegiatan-kegiatan terkait dengan kecintaan terhadap lingkungan hidup, agar siswa-siswi mempunyai tanggung jawab terhadap lingkungan hidup.
Ditambahkan, oleh Kepala SMPN 6 Temanggung Agus Budi Susilo, bahwa SMPN 6 ini bukan SMP penggerak, tetapi dengan dukungan bapak, ibu guru dan wali murid, akan mencoba secara maksimal agar bisa seperti sekolah penggerak dalam hal memberikan layanan, maupun kegiatan di sekolah.
“Sudah satu semester ini kami mempunyai kegiatan, salah satunya Sabtu asyik, dimana kegiatan ini memberikan kesempatan, sarana maupun prasarana kepada siswa untuk bisa mengembangkan kemampuannya di bidang non akademis, baik seni, budaya maupun yang lainnya. Sehingga ketrampilan nantinya bisa menjadi bekal untuk kreatif dan inovatif,“ tandasnya. (HS-08)