HALO KENDAL – Pentingnya pemantauan pertumbuhan balita, Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal melalui puskesmas-puskesmas melakukan kegiatan posyandu balita yang dilakukan rutin setiap bulan.
Pemantauan pertumbuhan dilakukan, pasalnya pertumbuhan dan perkembangan balita berjalan secara simultan dan saling memengaruhi.
Untuk mengetahui pertumbuhan balita dengan menilai status gizi dari pengukuran berat badan terhadap umur dan indeks massa tubuh terhadap umur guna menentukan balita kurus, norma, gemuk, dan tinggi badan terhadap umur, juga menentukan balita pendek atau normal, maka diperlukan alat yang bernama Antropometri.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kendal, Parno mengatakan, pengukuran Antropometri pada bayi bertujuan untuk menilai status gizi dan pengukuran pertumbuhan bayi dan anak yang melibatkan tiga komponen, yaitu pengukuran panjang badan, berat badan, dan lingkar kepala.
“Dengan rutin melakukan pemeriksaan Antropometri, diharapkan pertumbuhan dan perkembangan anak dapat terpantau dan gangguan atau penyakit yang mungkin ada dapat terdeteksi sejak dini, contohnya seperti kasus stunting,” terangnya, Kamis (12/1/2023).
Untuk itu, Dinas Kesehatan Kendal menyalurkan 384 unit alat Antropometri balita, kepada 30 puskesmas, yang selanjutnya dibagikan kepada masing-masing pos pelayanan terpadu (posyandu) di wilayah tugasnya.
“Alat Antropometri yang dibagikan kepada sejumlah puskesmas di Kabupaten Kendal berasal dari bantuan Kementerian Kesehatan RI, melalui DAK atau Dana Alokasi Khusus,” jelas Gus Parno, sapaan akrabnya.
Penyaluran alat Antropometri tersebut, menurutnya, juga dalam rangka untuk percepatan penurunan stunting di Kendal. Karena dengan alat tersebut, bisa sebagai pedoman tenaga medis dalam memberikan pelayanan kesehatan balita.
“Karena setiap bulan tenaga medis di posyandu akan melakukan penimbangan guna mencatat perkembangan pertumbuhan balita di daerah itu,” imbuh Gus Parno.
Sementara itu, Kepala Desa Sidorejo, Kecamatan Brangsong, Edi Kadarisman mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Kendal yang telah menyalurkan alat ukur pertumbuhan balita.
Dirinya menyebut, pihak Dinkes menyalurkan sepuluh alat Antropometri tersebut untuk Puskesmas Brangsong 1, yang kemudian disalurkan ke desanya sebanyak dua unit.
“Alhamdulillah, dengan alat ini, perkembangan balita di desa kami bisa terpantau setiap bulannya, selain itu juga bisa mendeteksi apakah pertumbuhan anak sudah ideal,” ungkap Edi. (HS-06).