in

Sampah Dikelola BUMDes, Menjadikan Desa Bangunrejo Patebon Sebagai “Desa Bersih” di Kendal

Unit Pengelolaan Sampah BUMDes Bangun Karya, Desa Bangunrejo, Kecamatan Patebon

HALO KENDAL – Usaha yang dilakukan Pemerintah Desa Bangunrejo Kecamatan Patebon patut dicontoh. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pengelolaan Sampah, desa ini berhasil menjadikan sampah berdaya guna dan bermanfaat.

Hal ini membuat BUMDes Pengelolaan Sampah Bangun Karya Desa Bangunrejo menjadi salah satu daya tarik tersendiri sebagai unit usaha desa.

Selain membuat lingkungan tempat tinggal menjadi lebih bersih dan terbebas dari tumpukan barang bekas yang menghasilkan bau tak sedap, nyatanya banyak kisah sukses BUMDes Pengelolaan sampah yang bisa dijadikan contoh.

Bukan hanya itu, bahkan dengan pengelolaan sampah yang maksimal oleh BUMDes, menjadikan Desa Bangunrejo mendapatkan penghargaan sebagai Desa Bersih dari Pemkab Kendal, Senin (9/1/2023).

Kepala Desa Bangunrejo, Subur Falahuddin mengatakan, tidak mudah mengelola sampah warga desa dan tak mungkin juga dilakukan sendirian tanpa adanya partisipasi warga.

Parahnya lagi bagi sebagian orang sampah tidak memiliki sisi positif sedikitpun. Sampah sudah melekat dipikiran warga masyarakat tentang bau tak sedap serta berbagai macam penyakit bisa timbul akibat sampah.

“Ya setelah kita lakukan beberapa kali sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat, akhirnya mereka paham dan mendukung program pengelolaan sampah ini,” terang Subur, Kamis (12/1/2023).

Dijelaskan, program yang dilakukan BUMDes dengan memilah sampah warga, untuk dipilah sudah dilakukan sejak tahun 2016.

Menurut Subur, sampah diambil dari masing-masing rumah tangga warga setiap hari Jumat, yang sudah dipilah dari rumah, kemudian dibawa ke tempat pengelolaan sampah (TPS).

“Selanjutnya, sampah yang bisa dikelola atau dijual kita pisahkan, yang tidak terpakai kita buang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Kemudian sampah yang bisa dijual, seperti kardus, kertas dan botol kita timbang, dan kita hargai dan kita data sebagai tabungan sampah,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Subur, dari tabungan tersebut, juga dikelola oleh BUMDes, yang hasilnya juga bisa dibelanjakan oleh masyarakat, maupun disimpan di Bank Sampah.

Dirinya mengaku, pengelolaan sampah yang dilakukan, mengambil dari pengelolaan sampah di Desa Panglipuran, Kabupaten Bangli, Bali. Dimana disana masyarakatnya sangat menjaga kebersihan lingkungan pekarangan.

“Kebetulan kemarin ada lomba kebersihan desa, salah satu syaratnya adalah desa mempunyai unit pengelolaan sampah. Nah desa kami punya BUMDes Pengeloaan Sampah, terus kami maju mewakili Kecamatan Patebon. Alhamdulillah juara, dan mendapatkan penghargaan dari pak bupati dan uang tunai sebesar Rp 25 juta,” ungkap Subur.

Dirinya juga menyebut, di Desa Bangunrejo terdapat beberapa unit usaha lain yang dikelola BUMDes. Yaitu unit pengelolaan air bersih, unit pertanian, unit perdagangan dan jasa, serta unit simpan pinjam.

“Semua hasil dari beberapa BUMDes tersebut, 65 persen hasilnya adalah untuk pembangunan desa. Jadi hasilnya, bisa dirasakan masyarakat Desa Bangunrejo ini,” tandas Subur. (HS-06).

 

Ganjar Tengok Dinar Indah, Minta Pemkot Semarang Konstruksi Ulang Tanggul

Polsek Kedung Sosialisasikan ke Pelajar Bahaya Narkoba dan Kenakalan Remaja