HALO SEMARANG – Persaingan rider dari satu tim akan memaksa pembalap untuk tidak menyalahkan performa sepeda motor yang digunakan.
Giacomo Agostini, pembalap legendaris berusia 80 tahun, menyatakan punya dua pembalap hebat dalam satu tim memang menyulitkan.
’’Yang utama, rival Anda adalah rekan setim sendiri,’’ ungkap Agostini seperti dilansir dari Motosan.
Mantan pembalap asal Italia itu mengomentari duet tim pabrikan Ducati pada MotoGP 2023, yakni juara dunia Francesco Bagnaia dan tandem barunya, Enea Bastianini.
Pada musim 2022, Bagnaia dan Bastianini bersaing ketat di lintasan.
Bastianini akhirnya menduduki peringkat ketiga di belakang Bagnaia dan Fabio Quartararo.
Agostini terang-terangan memuji duet tim pabrikan Ducati ini.
Menurut Giacomo, sifat Pecco, sapaan akrab Bagnaia, berada di antara dirinya dan legenda MotoGP, Valentino Rossi.
Dia menyebut Bagnaia tampil lebih tenang dan serius.
Sementara Rossi adalah pembalap yang menonjol dan lebih dinamis.
’’Saya, Rossi dan Bagnaia adalah trio yang bagus. Kami bertiga berbeda, tetapi gairah kami sama,’’ tegasnya.
Selain Enea, Giacomo menilai Marc Marquez juga akan menjadi rival Pecco.
’’Marquez merupakan pembalap hebat yang agresif dan tak mau menyerah. Jika Honda bisa memberikan sepeda motor yang bagus, dia bisa sangat merepotkan,’’ jelasnya.
Agostini juga meyakini Marquez bakal hengkang jika Honda tak bisa memberi motor yang kompetitif.
MotoGP 2022 telah membuktikan Ducati sebagai motor dengan paket komplet.
Sebaliknya, Honda hanya bisa berbahaya kalau Marquez ikut berlomba. (HS-06)