in

Yudo Margono Raih Sederet Prestasi, Putra Petani dari Madiun Ini Dilantik Jadi Panglima TNI

 

HALO SEMARANG – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), melantik dan mengambil sumpah jabatan Laksamana Yudo Margono, sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Senin (19/12/2022), di Istana Negara, Jakarta.

Yudo juga berjanji akan menjalankan tugas serta menjunjung tinggi etika jabatan sebagai panglima TNI.

“Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh rasa tanggung jawab. Bahwa saya akan menjunjung tinggi sumpah prajurit,” kata Yudo, seperti dirilis Setkab.go.id.

Yudo lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 1965 dari keluarga petani. Dia menempuh pendidikan umum di SDN 2 Garon di Kabupaten Madiun (1977), SMPN 1 Balerejo (1981), SMAN 1 Mejayan (1984), dan S-1 Manajemen Universitas Krisnadwipayana (2014).

Setelah lulus dari Akademi Angkatan Laut (AAL) ke-33 pada 1988, karir Yudo pun terus menanjak. Dia mengikuti berbagai pendidikan militer sejak 1900-an, antara lain Kursus Koordinasi Bantuan Tembakan (Korbantem) (1989), dan Kursus Perencanaan Operasi Amphibi (1990), Kursus Pariksa (1992).

Yudo juga pernah mengikuti Pendidikan Spesialisasi Perwira (Dikspespa)/Kom Angkatan 6 (1992-1993), Pendidikan Lanjutan Perwira (Diklapa) ll/Koum Angkatan 11 (1997-1998), Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) A-40 (2003), Sesko TNI A-38 (2011), dan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) Rl PPRA A-52 (2014).

Sedikitnya 19 jabatan di TNI pernah diembannya, termasuk menjadi komandan di delapan tempat yang berbeda.

Setelah lulus dari Akademi Angkatan Laut, Yudo mengawali kariernya di kapal perang. Saat itu, Yudo Margono dipercaya menjadi Asisten Perwira Divisi (Aspadiv) Senjata Artileri Rudal di KRI YNS 332 (1988), Kadep Ops KRI Ki Hajar Dewantara 364.

Kariernya terus merangkak naik, Yudo dipercaya menjadi Komandan KRI Pandrong 801, Komandan KRI Sutanto 877, Komandan KRI Ahmad Yani 351, Komandan Lanal Tual (2004-2008), Komandan Lanal Sorong (2008-2010).

Pada 2010, Yudo juga pernah menjabat sebagai Komandan Satkat Koarmatim. Ia kemudian ditunjuk menjadi Panglima Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) pada (2017-2018).

Tak berlangsung lama, Yudo dipercaya untuk mengemban sebagai Panglima Komando Armada I (Pangkoarmabar sebelumnya, red) yang menduduki wilayah laut Indonesia bagian barat (2018-2019).

Tim yang dipimpin Yudo, juga berjasa menemukan kotak hitam Lion Air, yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, pada 2018.

Prestasi demi prestasi tersebut, melejitkan karir Yudo Margono. Dia kembali ditunjuk sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I, yang merupakan komando utama operasi Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (2019-2020).

Saat menjabat sebagai Pangkogabwilhan I dengan pangkat laksamana madya, Yudo mampu meredam ketegangan di wilayah Natuna, Kepulauan Riau, karena adanya pelanggaran oleh kapal nelayan China pada 2020.

Tak hanya dalam dunia kemiliteran. Yudo juga terlibat aktif dalam penanganan Covid-19 yang melanda Indonesia. pada Maret 2020.

Saat itu dia ikut memfasilitasi pemulangan warga negara Indonesia (WNI) dari Tiongkok, dan membangunan rumah sakit darurat untuk pasien Covid-19 di Pulau Galang dan Wisma Atlet.

Dengan prestasinya itu, Yudo kemudian dipercaya untuk mengemban sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), menggantikan Laksamana TNI Siwi Sukma Adji yang memasuki masa pensiun pada 2020.

Hari ini, Presiden RI Joko Widodo melantik dan mengambil sumpah jabatan Laksamana Yudo Margono, sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), di Istana Negara, Jakarta. (HS-08)

Laksamana Yudo Margono Gantikan Jenderal Andika Perkasa Jadi Panglima TNI

Rilis Indeks Kepuasan Haji 2022 Sangat Memuaskan, BPS Ungkap Perbedaan Penyelenggaraan pada Masa Pandemi