HALO BLORA – Moment Kirab Budaya dalam rangka memperingati HUT Ke – 273 Kabupaten Blora, pada 11 Desember 2022, dimanfaatkan banyak warga untuk menyapa Bupati Blora Arief Rohman dan Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati.
Di sepanjang perjalanan rute kirab dari Pendopo Kabupaten hingga depan gedung DPRD Blora, banyak warga berebut minta berfoto bersama Bupati Blora, Arief Rohman, yang saat itu mengenakan beskap Gaya Surakarta (Mangkunegaran) dan jarik.
Arief Rohman bersama istrinya, Ainia Shalichah pun tampak sesekali berhenti, untuk melayani permintaan warganya berfoto. Demikian pula dengan Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati.
Menurut Bupati, saat-saat seperti ini merupakan momen berharga karena dia bisa bertemu dengan banyak warga.
“Tidak capek, tadi sepanjang jalan bisa menyapa masyarakat, momen setahun sekali dan tadi berfoto-foto bersama masyarakat,” ucap Bupati yang akrab disapa Mas Arief itu, seperti dirilis blorakab.go.id.
Bupati pun meminta dukungan warganya, agar ke depan Blora dapat menjadi daerah yang maju.
“Alhamdulillah setelah jalan dari Alun-Alun finish di DPRD , dalam rangka kirab budaya memperingati hari jadi Kabupaten Blora yang ke 273, mohon doanya selalu untuk Blora ini agar ke depan semakin maju,” kata Bupati, setiba di panggung display.
Arief Rohman berharap momentum HUT ini bisa menjadi penyemangat warga untuk sesarengan membangun Blora.
Sementara itu, masyarakat tampak antusias untuk menyaksikan kirab budaya. Ribuan warga nampak berjajar di sepanjang rute yang dilalui, termasuk Jalan Pemuda hingga Jalan Ahmad Yani.
Begitu keluar melewati Gerbang Pendopo, rombongan kirab, termasuk Bupati Blora Arief Rohman dan Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, langsung disambut oleh warga.
Banyak dari mereka mengabadikan momen itu dengan ponsel pintar, dan sebagian berebut bersalaman dengan Bupati dan Wakil Bupati.
Setibanya di panggung display di depan DPRD Blora, Bupati Arief dan Wakil Bupati menyaksikan penampilan dari masing-masing peserta.
Mulai dari penampilan kesenian Barongan, kesenian tayub, Reog, jaranan, pentas teater, tarian pasukan Ki Soreng, barongsai, dan masih banyak penampilan menarik lainnya.
Salah satu warga Eko (31). mengaku sengaja mengajak anaknya untuk menyaksikan kirab budaya di sekitar panggung display.
“Berdua sama anak, nonton kirab budaya di sini anak saya suka sama Barongan, adanya kirab ini bagus, banyak kesenian-kesenian Blora yang dipentaskan dan bisa menghibur, anak-anak juga biar kenal, suka budaya kita” kata dia.
Perlu diketahui, momentum peringatan hari ulang tahun Blora adalah saat yang penting bagi seluruh masyarakat Blora untuk mengingat kembali prosesi cikal bakal Blora.
Dengan berbagai kegiatan yang diselenggarakan, Pemkab berharap dapat menumbuhkembangkan rasa cinta dan bangga memiliki Blora pada masyarakat.
Selain itu, Kirab Budaya ini sekaligus sebagai wadah menampung kreasi, ekspresi, dan apresiasi masyarakat Kabupaten Blora untuk melestarikan nilai-nilai luhur bangsa.
Adapun paraga kirab terdiri dari cucuk lampah, petugas pembawa bendera merah putih, penari dari Dinporabudpar, Bupati Blora dan Wakil Bupati Blora serta Forkopimda plus, duta wisata Blora, Manggolo Retno dan Domas, Manggolo Yudho dan Prajurit Patangpuluhan, Prajurit Tetabuhan, Prajurit Pembawa Gunungan Lanang, Prajurit Pembawa Gunungan Wadon, dan Komunitas Pemangku Adat.
Kemudian, pangombyong kirab terdiri dari Penegak Hukum, Kelompok Setda, Kelompok Bank Jateng Blora, Kelompok Setwan, Kelompok Inspektorat, Kelompok Badan dan Kantor, Kelompok Perangkat Daerah, Kelompok Instansi Vertikal, Kelompok Lembaga Keuangan – Perbankan, Kelompok BUMN, Kelompok BUMD dan Perusda, dan 16 Kecamatan se Kabupaten Blora. (HS-08).