HALO SEMARANG – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, menyatakan pelaku serangan bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar Bandung, berafiliasi dengan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bandung.
Hal itu disampaikan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, dalam keterangan pers, setelah mengunjungi lokasi serangan bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar Bandung, Rabu (7/11/2022).
Kapolri mengatakan, bahwa pelaku yang kemudian diketahui bernama Agus Sujatno alias Agus Muslim, sudah pernah menjalani pidana penjara di LP Nusakambangan, untuk kasus bom Cicendo.
Pelaku sudah dinyatakan bebas pada 2021, namun belum menjalani deradikalisasi atau masih “berstatus merah”.
Listyo juga menyebut pelaku selalu menghindar, setiap kali diajak untuk mengikuti program deradikalisasi.
Dalam insiden itu polisi juga menemukan kertas yang berisi pernyataan protes, terkait rancangan UU KUHP, di mana di dalamnya juga terkait dengan jihadis.
Sebelumnya, dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan kertas bertuliskan “KUHP Syirik Kafir” yang ditempel di sepeda motor milik pelaku.
Kapolda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Suntana, menyebutkan ada 11 orang yang menjadi korban dalam peristiwa ledakan bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar, Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12/2022).
Dari 11 orang itu, sebanyak 10 orang merupakan anggota polisi dan satu orang warga sipil, yang sedang melintas di sekitar lokasi kejadian. Adapun pelaku bom bunuh diri juga dipastikan tewas di lokasi.
“Ada 11 orang menjadi korban, terdiri 10 anggota Polri dan satu warga sipil. Satu orang anggota Polri meninggal dunia atas nama Aiptu Sofyan,” kata Suntana.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, menyatakan Densus 88 Antiteror, penyidik, dan tim dari Mapolda Jawa Barat, langsung melakukan penyelidikan di lokasi kejadian bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar, Bandung, Jawa Barat, sekaligus menghimpun keterangan dari sejumlah saksi, segera setelah serangan teror itu terjadi.
“Melakukan olah TKP di lokasi kejadian dan sekitarnya, mengumpulkan keterangan para saksi dan penyelidikan lainnya,” kata Ramadhan, dalam keterangannya, Rabu (7/12/2022).
Polri juga melakukan sterilisasi di sekitar tempat kejadian bom bunuh diri. Ledakan akibat bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Bandung ini terjadi saat jajaran Polsek Astana Anyar tengah melakukan apel pagi.
Ahmad Ramadhan juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, pasca-bom bunuh diri di halaman Mapolsek Astana Anyar, Jalan Astana Anyar, Kota Bandung.
“Situasi hingga saat ini terkendali, dan masyarakat agar tetap tenang,” ucap Ramadhan dalam keterangannya, Rabu (7/12/2022).
Ramadhan juga memastikan Polri bekerja cepat, tepat, dan profesional dalam menangani setiap kasus, termasuk bom bunuh diri tersebut.
“Polri bekerja dengan cepat dan mengedepanlan profesionalitas,” imbuhnya. (HS-08)