in

Serangan Bom Bunuh Diri di Bandung, Satu Polisi Gugur, Polda Jambi Perketat Pengamanan

Polri memasang perimeter di sekitar lokasi insiden serangan bom bunuh diri di Bandung. (Foto : polri.go.id)

 

HALO SEMARANG – Serangan bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Polrestabes Bandung, yang mengakibatkan satu polisi gugur, langsung memicu reaksi berbagai daerah.

Segera setelah peristiwa itu, Polda Jambi dan jajaran langsung meningkatkan pengamanan dan penjagaan di kantor.

“Kami prihatin dengan aksi ledakan tersebut. Masyarakat juga diminta tetap tenang dan mempercayakan penanganan perkara ini, kepada Polri. Sehingga masyarakat bisa beraktivitas secara normal,” kata Kapolda Jambi Irjen Pol Rusdi Hartono, seperti dirilis humas.polri.go.id.

Dia mengatakan, pasca kejadian tersebut pihaknya memerintahkan piket penjagaan selalu standby dan waspada. Selain itu, selektif terhadap tamu yang datang.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Ibrahim Tompo, menyampaikan keterangan bahwa insiden itu menimbulkan korban 9 orang.

Dari jumlah itu sebanyak 8 orang adalah anggota Polri. Satu dari mereka gugur, dan tujuh lainnya mengalami luka-luka.

Personel Bhayangkara yang gugur, adalah Aipda Sofyan, anggota Polsek Astana Anyar. Abdi Negara tersebut menghembuskan nafas terakhir, saat menjalani perawatan instensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Imanuel.

Satu korban lagi adalah warga sekitar yang mengalami luka-luka. Dalam peristiwa itu, pelaku juga tewas di lokasi.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, menyatakan Densus 88 Antiteror, penyidik, dan tim dari Mapolda Jawa Barat, langsung melakukan penyelidikan di lokasi kejadian bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar, Bandung, Jawa Barat, sekaligus menghimpun keterangan dari sejumlah saksi, segera setelah serangan teror itu terjadi.

“Melakukan olah TKP di lokasi kejadian dan sekitarnya, mengumpulkan keterangan para saksi dan penyelidikan lainnya,” kata Ramadhan, dalam keterangannya, Rabu (7/12/2022).

Polri juga melakukan sterilisasi di sekitar tempat kejadian bom bunuh diri. Ledakan akibat bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Bandung ini terjadi saat jajaran Polsek Astana Anyar tengah melakukan apel pagi.

Ahmad Ramadhan juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, pasca-bom bunuh diri di halaman Mapolsek Astana Anyar, Jalan Astana Anyar, Kota Bandung.

“Situasi hingga saat ini terkendali, dan masyarakat agar tetap tenang,” ucap Ramadhan dalam keterangannya, Rabu (7/12/2022).

Ramadhan juga memastikan Polri bekerja cepat, tepat, dan profesional dalam menangani setiap kasus, termasuk bom bunuh diri tersebut.

“Polri bekerja dengan cepat dan mengedepanlan profesionalitas,” imbuhnya.

Ramadhan mengatakan, saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus itu, termasuk mencari tahu tentang motif pelaku.

Dia akan menginformasikannya kepada publik apabila sudah diketaui hal-hal terkait bom bunuh diri tersebut.

Ledakan bom terjadi pada hari ini, sekitar pukul 08.20 WIB. Ledakan itu mengakibatkan pelaku meninggal dunia, sementara tiga orang personel Polri mengalami luka-luka dan sekarang masih dalam perawatan di rumah sakit. Kejadian itu juga mengakibatkan sejumlah bangunan rusak. (HS-08)

Ngobrol Bareng ‘Petinggi’, Ganjar Ingin Pati Pelopori Desa Antikorupsi se Kabupaten

Kapolri Sebut Pelaku Bom Bandung Terafiliasi JAD dan “Masih Merah”