HALO SEMARANG – Dinas Cipta Tempat dan Ruang (Ditampart) sebuah platform inisiasi Kolektif Hysteria berkeliling ke sejumlah tempat di Semarang untuk sebarkan kesadaran perubahan iklim dan juga kerentanan pesisir. Kegiatan yang ditujukan sebagai ajang sosialisasi program seni dua tahunan (biennale) di situs khusus kali ini, Ditampart mengambil 8 tempat sebagai lokasi dengan urutan sebagai berikut: Kafe Bersua (Sabtu 19, Nov, UIN Walisongo – Rabu 23 Nov, Unissula – Kamis 24 November 2022, Demajors – Jum’at 25 November 2022, Undip FIB – Rabu 30 November 2022, Kama Tembalang ¬ Sabtu 3 Desember 2022, FIB Undip 5 Desember 2022, dan Kampus Unisbank, Kamis, 8 Desember 2022.
Puluhan seniman lintas disiplin tampil secara bergantian dalam sebuah panggung alternatif yang merupakan properti Ditampar. “Ditampart secara fisik berbentuk motor roda tiga yang setelah dimodifikasi membentuk panggung seluas 6 x 10 meter dan bisa difungsikan sebagai ruang pamer maupun pertunjukan,” ujar Pujo Nugroho, ketua panitia, Selasa (6/12/2022).
Pujo menambahkan, Ditampart menjadi bagian rangkaian Penta Klabs (sites specific art project biennale) yang telah dihelat Hysteria sejak 2016. Dengan dukungan Dana Indonesiana Kemendikbud, event ini akan dilaksanakan dari tanggal 17- 21 Desember 2022 di hunian sementara bekas gusuran Kampung Tambakrejo dengan melibatkan lebih dari 70 partisipan dari berbagai kota, bahkan beberapa dari luar negeri seperti Hongkong, Australia, dan Meksiko.
Selain menawarkan penampilan yang berbeda dari acara seni pada umumnya, platform ini diharapkan mampu memberikan imajinasi kepada khalayak soal siasat ruang (berkesenian).
Seorang penonton Nella Ardiantanti (21) warga Candi Timur RT 11 RW 6 Kalipancur, Ngaliyan, Kota Semarang mengatakan, dirinya sangat terkesan dengan cara-cara kreatif yang dilakukan tim Ditampart.
“Atmosfernya dapet, semoga acara-acara seperti ini akan sering diadakan di Semarang, sehingga memberi variasi tontonan bagi masyarakat,” ujarnya.
Nella juga menambahkan acara seperti ini bisa memberi kesempatan pada anak-anak muda terlibat dalam berbagai komunitas kreatif di Semarang.(HS)
Seniman yang terlibat dalam Ditampart:
1. Irfan Hore (Ilustrasi)
2. Erdin Nandus (Ilustrasi)
3. Hananingsih (Ilustrasi sket)
4. Janet (Kolase)
5. Rifki Much (Kolase)
6. Hilmi (Ilustrasi)
7. Heru Prasetyo
8. Bagus Panuntun
9. Botimen (Ilustrasi)
10. Haris Yuliyanto (Film)
11. Novelino Adam (Workshop Sablon)
12. Studio Berbahagya (Workshop Sablon)
13. Natasyabaloon (Craft)
14. Rubber Heat
15. Malik Ros
16. Trap Inside
17. Harvest
18. Woman in Bloom
19. Tingkar Ayu (Monolog)
20. Rrrefal & the Legi-Legi People
21. Pale Harbor
22. Balau
23. Evenless
24. Unless
25. Fem Chen
26. WOL
27. Serambi
28. Bhakta Murti
29. Sore Tenggelam.(HS)