HALO SEMARANG – MotoGP 2022 benar-benar didominasi Ducati, pabrikan asal Italia.
Ducati tampil solid dengan memborong tiga gelar, juara dunia pembalap, konstruktor, dan tim.
Francesco Bagnaia meraih titel juara dunia setelah mengalahkan Fabio Quartararo (tim Monster Energy Yamaha).
Bagnaia sukses mengakhiri penantian Ducati selama 15 tahun terakhir.
Manajer Tim Ducati Davide Tardozzi menyatakan keberhasilan ini tidak lepas dari kekompakan seluruh timnya dalam melakukan setiap pekerjaan.
Rasa kekeluargaan dan saling percaya satu sama lain yang terbangun membuat Bagnaia menjadi nyaman di atas lintasan.
‘’Saya pikir itu kuncinya. Kami tak pernah kehilangan kepercayaan satu sama lain,’’ ungkap Tardozzi seperti dikutip dari Corsedimoto.
Selain kekompakan tim yang sangat baik, para teknis juga memegang peran penting.
Para teknisi pabrikan Borgo Panigale itu sangat baik dalam mengumpulkan data di pit dan di atas lintasan untuk menemukan solusi yang paling tepat jika motor mereka mengalami masalah.
Motor Ducati dikenal bertenaga, tapi sangat sulit dikendalikan.
Kini, Desmosedici menjadi motor yang bertenaga sekaligus mudah dikendalikan berkat berbagai kemajuan yang dibuat terutama pada bagian elektronik.
Tardozzi bertekad mempertahankan kekompakan tim dan kehebatan motor mereka.
Dia juga kian optimistis dengan duet baru di tim pabrikan, Bagnaia dan Enea Bastianini.
Bastianini menggantikan Jack Miller yang kontraknya tak diperpanjang. (HS-06)